Memasuki bulan Juni 2026, Kementerian Sosial (Kemensos) akan segera menyalurkan sejumlah bantuan sosial dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah bagi penerima yang berhak Program Indonesia Pintar (PIP) Program Indonesia Pintar (PIP)
Memasuki bulan Juni 2026, Kementerian Sosial (Kemensos) akan segera menyalurkan sejumlah bantuan sosial dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah bagi penerima yang berhak.
Lalu, program apa sajakah yang berpotongan cair? Dan bagaimana cara memastikan nama Anda terdaftar sebagai penerima? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Pemerintah Lanjutkan Program Bansos 2026
Pemerintah kembali menyalurkan sejumlah program bantuan sosial sepanjang tahun 2026 untuk menjaga daya beli masyarakat dan membantu kelompok rentan memenuhi kebutuhan dasar.
Melalui program ini, negara berupaya mendukung kebutuhan pangan, pendidikan, hingga layanan kesehatan bagi warga yang membutuhkan.
Pada tahun ini, pemerintah masih melanjutkan beberapa program bansos utama, yaitu:
-
Program Keluarga Harapan (PKH)
-
Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)
-
Program Indonesia Pintar (PIP)
Namun, tidak semua bantuan disalurkan setiap bulan.
Khusus bantuan pangan berupa beras 10 kg, penyalurannya hanya dilakukan pada periode tertentu sesuai kebijakan pemerintah.
Penerima bantuan ditentukan berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Karena menggunakan basis data terpadu, bantuan diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan sesuai tingkat kesejahteraannya.
Lantas, bantuan apa saja yang berpotensi cair pada Juni 2026?
1. Program Keluarga Harapan (PKH) – Cair Bertahap
PKH menjadi salah satu bantuan yang masih disalurkan pada tahun ini.
Program ini diberikan kepada keluarga miskin dan rentan miskin yang terdaftar dalam DTSEN.
Bantuan tersebut menyasar keluarga yang memiliki komponen kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial.
Kelompok penerima meliputi:
-
Ibu hamil
-
Anak usia dini (0–6 tahun)
-
Siswa SD, SMP, SMA
-
Penyandang disabilitas berat
-
Lanjut usia (lansia)
Besaran Dana PKH per Tahun:
| Komponen Penerima | Besaran per Tahun | Per Tahap (4 tahap) |
|---|---|---|
| Ibu hamil & anak usia dini | Rp3.000.000 | Rp750.000 |
| Siswa SD | Rp900.000 | Rp225.000 |
| Siswa SMP | Rp1.500.000 | Rp375.000 |
| Siswa SMA | Rp2.000.000 | Rp500.000 |
| Penyandang disabilitas berat & lansia | Rp2.400.000 | Rp600.000 |
| Korban pelanggaran berat HAM | Rp10.800.000 | Rp2.700.000 |
PKH disalurkan dalam 4 tahap setiap tahun (setiap 3 bulan sekali).
Namun, pencairan tidak selalu berlangsung serentak di seluruh wilayah Indonesia.
Juni 2026 masih berada dalam periode tahap kedua (April–Juni), sehingga KPM yang belum menerima pada April atau Mei berpotensi mendapatkan bantuan di bulan ini.
2. Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) – Perubahan Kriteria
Selain PKH, pemerintah juga masih menyalurkan BPNT.
Program ini diberikan dalam bentuk saldo elektronik yang dapat digunakan untuk membeli kebutuhan pangan di e-warung atau agen bank.
Setiap keluarga penerima manfaat (KPM) mendapatkan Rp200.000 per bulan atau Rp600.000 untuk periode 3 bulan.
Perubahan Kriteria Penerima BPNT 2026:
Jika sebelumnya warga pada desil 5 masih dapat menerima bantuan, kini program ini hanya diperuntukkan bagi masyarakat Desil 1 hingga Desil 4 DTSEN. Kebijakan ini diterapkan agar penyaluran bantuan menjadi lebih tepat sasaran.
Sama seperti PKH, BPNT disalurkan dalam empat tahap selama satu tahun:
-
Tahap 1: Januari – Maret
-
Tahap 2: April – Juni
-
Tahap 3: Juli – September
-
Tahap 4: Oktober – Desember
Karena Juni masih masuk dalam periode tahap kedua, maka penerima yang belum mendapatkan haknya pada April atau Mei masih berpotensi menerima bantuan pada bulan ini.
3. Program Indonesia Pintar (PIP) – Bantuan Pendidikan
PIP juga termasuk bantuan yang berpotensi cair pada Juni 2026.
Program ini ditujukan bagi siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan pendidikan.
Bantuan tersebut bertujuan mencegah anak putus sekolah sekaligus mendorong peserta didik yang sempat berhenti untuk kembali belajar.
Namun, tidak semua siswa berhak menerima PIP.
Pemerintah hanya menyalurkan bantuan kepada peserta didik yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.
Besaran Dana PIP per Tahun:
| Jenjang Pendidikan | Besaran per Tahun |
|---|---|
| SD | Rp450.000 |
| SMP | Rp750.000 |
| SMA / SMK | Rp1.800.000 |
Dana bantuan disalurkan melalui rekening Simpanan Pelajar (SimPel) di Bank Penyalur Resmi (BNI, BRI, Mandiri, BTN).
Melalui program ini, pemerintah berharap biaya pendidikan tidak lagi menjadi hambatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Cara Cek Status Penerima Bansos Secara Mandiri
Masyarakat dapat melakukan pengecekan status penerima bantuan sosial secara mandiri melalui kanal resmi Kementerian Sosial:
Melalui Website Cek Bansos:
-
Buka laman resmi cekbansos.kemensos.go.id
-
Masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai KTP
-
Masukkan kode verifikasi (CAPTCHA) yang muncul di layar
-
Jika kode tidak terbaca, tekan tombol refresh untuk mendapatkan kode baru
-
Klik Cari Data untuk mengetahui status kepesertaan bansos
-
Sistem akan menampilkan informasi penerima bantuan yang terdaftar dalam basis data Cemsos
Melalui Aplikasi Cek Bansos:
Unduh aplikasi Cek Bansos di Play Store (Android).
Login dengan NIK dan KK, lalu ikuti langkah-langkah serupa.
Selain status penerima, masyarakat juga dapat mengetahui kelompok desil masing-masing.
Apa Itu Desil dan Mengapa Penting?
Desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat berdasarkan DTSEN.
Data tersebut digunakan pemerintah untuk menentukan sasaran program bantuan sosial.
Penentuan desil tidak hanya berdasarkan besaran pendapatan atau pengeluaran rumah tangga.
Kemensos juga mempertimbangkan:
-
Jenis pekerjaan
-
Tingkat pendidikan
-
Kondisi dan kepemilikan rumah
-
Daya listrik
-
Kepemilikan aset (kendaraan, tanah, dll.)
Karena menggunakan berbagai indikator, status desil dapat berubah sesuai kondisi ekonomi dan pemutakhiran data di lapangan.
Apabila data yang tercatat dinilai tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, masyarakat dapat mengajukan pembaruan melalui:
-
Pemerintah desa/kelurahan
-
Dinas Sosial setempat
-
Aplikasi Cek Bansos
Dengan data yang lebih akurat, penyaluran bantuan diharapkan menjadi lebih tepat sasaran dan menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan.
Kesimpulan: Bansos Juni 2026 Berpotensi Cair
| Program | Status di Juni 2026 | Nominal |
|---|---|---|
| PKH | Tahap 2 (April–Juni), cair bertahap | Rp225.000 – Rp2.700.000 per tahap |
| BPNT | Tahap 2, khusus Desil 1–4 | Rp600.000 per 3 bulan |
| PIP | Cair sesuai jadwal sekolah | Rp450.000 – Rp1.800.000 per tahun |
Masyarakat diimbau untuk selalu mengecek status penerimaan secara mandiri melalui kanal resmi dan tidak mudah percaya pada informasi hoaks yang beredar di media sosial.
Sumber: Kementerian Sosial RI, DTSEN, dan kanal resmi bansos.
Artikel ini disusun untuk keperluan informasi publik.
Untuk data terbaru, silakan kunjungi laman resmi Kemensos atau hubungi pendamping sosial setempat.