Bungko News – Nasib malang menimpa sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Setelah sekian lama menanti, mereka akhirnya menerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan buku tabungan baru dari bank penyalur.
Namun, kelegaanya berubah jadi kecemasan begitu mengecek status bansos di sistem resmi Kementerian Sosial (Kemensos).
Status penerimaan yang tadinya aktif, kini berubah drastis menjadi “TIDAK”.
Bagaimana bisa ini terjadi?
Penyaluran KKS dan buku tabungan bagi KPM peralihan dari kantor pos ke bank HIMBARA (seperti BNI) telah berlangsung sejak akhir Agustus 2025.
Banyak KPM yang sebelumnya menerima bansos melalui kantor pos—terakhir kali pada Maret 2025 untuk tahap 1—kini beralih menggunakan sistem perbankan.
Namun, di tengah antrean pencairan tahap 3 (Juli-September 2025), sejumlah KPM justru dikejutkan dengan perubahan status.
Seperti diungkapkan seorang netizen di grup Telegram bansos, meskipun sudah menerima KKS dan buku tabungan, saat dicek melalui situs cekbansos.kemensos.go.id, statusnya mendadak berubah dari “YA” menjadi “TIDAK”.
“Sudah dapat KKS dan buku tabungan, tapi pas dicek di situs, kok statusnya ‘TIDAK’? Padahal sebelumnya masih aktif,” keluh salah seorang KPM seperti dikutip dari laman Klikbantuan.com, Senin (8/9/2025).
Perubahan status ini ternyata bukan tanpa sebab.
Kemensos sedang melakukan pembaruan besar-besaran pada basis data penerima bansos, yakni beralih dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) ke Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Ekstraksi Nasional (DTSEN).