Bungko News – Memasuki pertengahan Juli 2026, dunia pendidikan Indonesia kembali dihadapkan pada momen krusial.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi meluncurkan Aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) versi 2027 pada 18 Juli 2026.
Peluncuran ini bertepatan dengan pelaksanaan Pemutakhiran Data Pokok Pendidikan Semester Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027 serta proses validasi Tunjangan Profesi Guru (TPG) periode Juli 2026 yang sedang berlangsung.
Bagi para guru, kepala sekolah, dan operator sekolah, pemahaman yang tepat mengenai strategi sinkronisasi Dapodik 2027 dan solusi menghadapi validasi TPG Juli 2026 menjadi sangat penting.
Artikel ini akan membahas secara lengkap kedua topik tersebut agar proses administrasi berjalan lancar dan tunjangan guru dapat cair tepat waktu.
BAB I: DAPODIK 2027 — Pembaruan dan Strategi Sinkronisasi
A. Apa Itu Dapodik 2027?
Dapodik 2027 adalah versi terbaru dari sistem pendataan pendidikan nasional yang dikelola oleh Kemendikdasmen.
Aplikasi ini menjadi fondasi utama dalam pengumpulan dan pengelolaan data seluruh satuan pendidikan di Indonesia, mulai dari data peserta didik, guru dan tenaga kependidikan (GTK), rombongan belajar, hingga sarana dan prasarana sekolah.
Peluncuran Dapodik versi 2027 menjadi momentum penting bagi seluruh satuan pendidikan untuk memastikan seluruh data sekolah telah diperbarui secara lengkap dan akurat.
Data yang dikelola melalui Dapodik menjadi salah satu dasar utama dalam penyusunan berbagai kebijakan pendidikan, perencanaan program, hingga peningkatan kualitas layanan pendidikan di Indonesia.
B. Fitur Baru dan Perubahan Penting Dapodik 2027
Dapodik versi 2027 menghadirkan sejumlah pembaruan signifikan yang wajib diketahui oleh seluruh operator sekolah:
1. Penambahan Rombongan Belajar Keaksaraan
Dapodik 2027 menambahkan menu baru berupa Rombongan Belajar Keaksaraan bagi satuan pendidikan seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).
2. Rombongan Belajar Pembelajaran Jarak Jauh
Fitur ini ditujukan untuk jenjang SMA sebagai inovasi yang relevan dengan perkembangan model pembelajaran.
3. Penonaktifan Fitur Program Indonesia Pintar (PIP)
Perubahan paling signifikan dalam Dapodik versi 2027 adalah penghapusan seluruh fitur penginputan PIP dari aplikasi.
Mulai Dapodik versi 2027, penetapan calon penerima Program Indonesia Pintar dilakukan melalui sistem yang telah terintegrasi secara nasional, sehingga sekolah tidak lagi menemukan menu penginputan PIP di dalam aplikasi.
4. Penyesuaian Tampilan Formulir Sarpras
Referensi sarana kini ditampilkan secara lebih terstruktur berdasarkan bentuk dan jenjang pendidikan.
C. Strategi Sinkronisasi Dapodik 2027
Sinkronisasi data merupakan tahap paling krusial dalam pengelolaan Dapodik.
Proses ini mengirimkan atau memperbarui data dari aplikasi Dapodik di sekolah ke server pusat Dapodik, memastikan bahwa data terbaru yang diinput oleh operator sekolah telah sesuai dengan sistem pusat.