Kredit program perumahan mencapai Rp14,92 triliun (42,89% dari target).
Selain itu, pemerintah juga mengakselerasi bantuan pangan untuk 33,2 juta keluarga penerima manfaat (periode April-Juni 2026), serta menjaga subsidi energi APBN 2026 sebesar Rp56,8 triliun.
Revitalisasi Sekolah dan Program 3 Juta Rumah
Kebijakan strategis lainnya yang akan menjadi bantalan pertumbuhan ekonomi di kuartal II antara lain:
-
Revitalisasi satuan pendidikan dengan anggaran Rp13,4 triliun.
-
Program 3 juta rumah melalui FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) dengan alokasi Rp37,1 triliun.
-
Bantuan stimulan perumahan swadaya sebesar Rp8,9 triliun.
-
Kredit program perumahan dengan plafon Rp34 triliun.
Pemerintah juga tengah mengkaji pemberian insentif untuk sektor otomotif dan motor sebagai stimulus tambahan. "Nah, ini nanti akan kami laporkan kepada Bapak Presiden," ungkap pejabat tersebut.
Mobilitas Massal Idul Fitri Dongkrak Sektor Transportasi
Salah satu faktor pendorong pertumbuhan Q1 adalah kebijakan diskon tarif transportasi saat Idul Fitri. Hasilnya:
-
Penumpang kereta api ekonomi naik 7,6% (yoy).
-
Angkutan laut naik 2,56% (yoy).
-
Angkutan penyeberangan naik 13,7% (yoy).
-
Realisasi subsidi transportasi mencapai Rp169 miliar.
Dengan seluruh stimulus ini, pemerintah optimis target pertumbuhan ekonomi 2026 sebesar 5,4% dapat tercapai, meskipun tekanan global masih ada.
Sumber:
Konferensi pers Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Deputi Feri dan Deputi Haryo, berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) tanggal 12 Mei 2026 pukul 11.00 WIB. Dikutip Selasa, 12 Mei 2026.