Kabar gembira bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial.
Memasuki akhir pekan, Sabtu (23/5/2026), sejumlah KPM melaporkan bahwa saldo Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap kedua senilai Rp600.000 telah masuk ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) masing-masing.
Pencairan ini terjadi di keempat bank penyalur, yakni Bank BRI, Bank BNI, Bank Mandiri, dan Bank BSI, secara bertahap.
Informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa gelombang pencairan terbaru ini menyusul sebelumnya Bank BSI dan Bank Mandiri telah lebih dahulu menyalurkan dana.
Kini giliran Bank BRI, yang merupakan bank penyalur bansos terbesar, mulai memproses transfer dana ke rekening para penerima.
Bank BRI Mulai Cairkan Saldo, KPM Diminta Cek Berkala
Berdasarkan pantauan, sejak Jumat (22/5/2026) malam hingga Sabtu pagi, sejumlah KPM pemegang KKS Bank BRI di berbagai daerah mengaku saldo BPNT Tahap 2 sebesar Rp600.000 telah masuk.
Beberapa wilayah yang dilaporkan sudah menerima antara lain:
-
Kabupaten Kuningan, Jawa Barat
-
Daerah Cilacap, Jawa Tengah
-
Cianjur, Jawa Barat
-
Sukabumi, Jawa Barat
-
Sebagian wilayah Sumatera Barat
-
Kalimantan Tengah
"Tadi malam saya cek saldo belum ada, pagi ini tiba-tiba sudah masuk Rp600.000," ujar salah satu KPM dari Ciawi, Kabupaten Bogor, yang berhasil mencairkan bantuannya.
Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) telah menerbitkan Surat Perintah Membayar (SP2D) untuk Bank BRI.
Status di aplikasi SIKS-NG bagi sebagian besar KPM juga sudah menunjukkan keterangan Standing Instruction (SI), menandakan dana siap ditransfer.
Proses kliring dan validasi data menjadi faktor utama mengapa pencairan Bank BRI relatif lebih lambat dibanding bank lain, mengingat jumlah KPM yang sangat besar.
Status Gagal Cek Rekening: Tidak Perlu Bolak-balik ATM
Bagi KPM yang sebelumnya mengalami status "Gagal Cek Rekening" di sistem, dipastikan hingga saat ini bantuan belum dapat dicairkan.
Status tersebut umumnya berubah menjadi SPM (Surat Perintah Membayar) dengan nominal bantuan sudah tertera, namun dana belum masuk ke rekening.
KPM dengan status ini diimbau untuk tidak perlu bolak-balik mengecek ke mesin ATM atau agen bank, karena dipastikan saldo masih nol.
Cukup lakukan pengecekan secara berkala melalui aplikasi mobile banking (BRImo, Livin' Mandiri, BNI Mobile) atau pantau informasi dari pendamping sosial setempat.
Penyebab utama belum cairnya bansos antara lain:
-
Perubahan data kependudukan (NIK, nama, KK) yang tidak sinkron antara Dukcapil dan bank penyalur.
-
Kelayakan ekonomi meningkat sehingga penerima dikeluarkan (exclude) dari daftar.
-
Kendala teknis validasi rekening pada bank penyalur, terutama di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).
BPNT Tahap 2: Nominal Rp600.000 untuk Periode April–Juni 2026
Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahap 2 diberikan untuk alokasi triwulan kedua tahun 2026 (April–Mei–Juni).
Setiap KPM yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan desil 1–4 berhak menerima Rp600.000 per tahap.
Bersamaan dengan BPNT, Program Keluarga Harapan (PKH) juga terus disalurkan secara susulan.
Besaran PKH bervariasi sesuai komponen penerima, mulai dari Rp225.000 (anak SD) hingga Rp750.000 (ibu hamil/balita).
KPM yang masih menunggu pencairan hingga akhir Juni tidak perlu khawatir.
Pemerintah memastikan seluruh sisa kuota akan diselesaikan, bahkan penyaluran dapat berlanjut ke periode berikutnya jika masih ada tunggakan.
Jangan Lewatkan Bantuan Lain: PIP, BLT Dana Desa, Beras & Minyak Goreng
Selain PKH dan BPNT, beberapa program bantuan lain juga masih berjalan sepanjang Mei 2026, antara lain:
-
Program Indonesia Pintar (PIP) – Dikoordinasikan dengan pihak sekolah, khususnya untuk siswa kelas akhir.
-
BLT Dana Desa – Tahap kedua mulai dicairkan di sejumlah desa.
-
Bantuan pemberdayaan sosial ekonomi – Senilai Rp5 juta per kelompok melalui PT Pos Indonesia.
-
Bantuan pangan beras dan minyak goreng – Distribusi oleh Perum Bulog, meskipun di beberapa daerah berjalan lebih lambat karena kendala transportasi.
Imbauan Resmi: Segera Cairkan Saldo, Maksimal 30 Hari
Pemerintah mengingatkan seluruh KPM yang telah menerima saldo bansos agar tidak terlalu lama membiarkan dana mengendap di rekening.
Batas waktu transaksi yang diberikan adalah 30 hari sejak bantuan masuk.
Jika melebihi batas tersebut, dana dapat ditarik kembali atau bermasalah pada proses penyaluran berikutnya.
Masyarakat juga diimbau untuk:
-
Rutin mengecek saldo KKS secara berkala, cukup 2-3 kali seminggu.
-
Memanfaatkan mobile banking untuk memudahkan monitoring.
-
Segera melaporkan kendala data (nama, NIK, KK tidak sesuai) ke pendamping sosial atau Dinas Sosial setempat.
-
Tidak percaya pada oknum yang menjanjikan percepatan pencairan dengan imbalan.
Penutup
Pencairan BPNT Tahap 2 serentak di keempat bank penyalur menjadi angin segar bagi jutaan KPM menjelang Hari Raya Idul Adha.
Pemerintah memastikan proses validasi dan transfer terus berlangsung hingga seluruh hak penerima terpenuhi.
Pantau terus informasi resmi melalui website cekbansos.kemensos.go.id atau aplikasi Cek Bansos.
Hindari hoaks dan selalu konfirmasi ke pendamping sosial setempat.