Bagi KPM yang sebelumnya mengalami status "Gagal Cek Rekening" di sistem, dipastikan hingga saat ini bantuan belum dapat dicairkan.
Status tersebut umumnya berubah menjadi SPM (Surat Perintah Membayar) dengan nominal bantuan sudah tertera, namun dana belum masuk ke rekening.
KPM dengan status ini diimbau untuk tidak perlu bolak-balik mengecek ke mesin ATM atau agen bank, karena dipastikan saldo masih nol.
Cukup lakukan pengecekan secara berkala melalui aplikasi mobile banking (BRImo, Livin' Mandiri, BNI Mobile) atau pantau informasi dari pendamping sosial setempat.
Penyebab utama belum cairnya bansos antara lain:
-
Perubahan data kependudukan (NIK, nama, KK) yang tidak sinkron antara Dukcapil dan bank penyalur.
-
Kelayakan ekonomi meningkat sehingga penerima dikeluarkan (exclude) dari daftar.
-
Kendala teknis validasi rekening pada bank penyalur, terutama di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).
BPNT Tahap 2: Nominal Rp600.000 untuk Periode April–Juni 2026
Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahap 2 diberikan untuk alokasi triwulan kedua tahun 2026 (April–Mei–Juni).
Setiap KPM yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan desil 1–4 berhak menerima Rp600.000 per tahap.
Bersamaan dengan BPNT, Program Keluarga Harapan (PKH) juga terus disalurkan secara susulan.
Besaran PKH bervariasi sesuai komponen penerima, mulai dari Rp225.000 (anak SD) hingga Rp750.000 (ibu hamil/balita).
KPM yang masih menunggu pencairan hingga akhir Juni tidak perlu khawatir.
Pemerintah memastikan seluruh sisa kuota akan diselesaikan, bahkan penyaluran dapat berlanjut ke periode berikutnya jika masih ada tunggakan.