Bungko News – JAKARTA - Kementerian Sosial terus menggenjot program unggulan "Sekolah Rakyat" sebagai upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan gratis bagi anak-anak keluarga kurang mampu.
Program yang merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto ini telah menjangkau ribuan siswa di seluruh Indonesia dengan fasilitas lengkap tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan pendidikan formal, tetapi juga terintegrasi dengan berbagai program bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, hingga jaminan kesehatan untuk siswa beserta keluarganya.
Hingga Agustus 2025, tercatat 100 titik Sekolah Rakyat tahap pertama telah beroperasi dan akan bertambah 65 titik lagi pada September, sehingga total 165 Sekolah Rakyat ditargetkan berjalan tahun ini dengan kapasitas 15.895 siswa.
Fasilitas Lengkap Tanpa Biaya
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan bentuk keadilan sosial bagi keluarga yang belum terbawa dalam proses pembangunan.
"Presiden ingin memuliakan mereka, mengafirmasi mereka, membela mereka dengan kebijakan-kebijakan yang bisa membuat mereka lebih berdaya dan nanti ikut berkontribusi dalam Indonesia Emas 2045," kata Gus Ipul.
Para siswa Sekolah Rakyat mendapatkan fasilitas lengkap tanpa biaya, antara lain:
- Seragam sekolah lengkap - Makan tiga kali sehari plus snack dua kali yang bergizi dan sehat - Tempat tidur nyaman di asrama - Ruang belajar yang representatif - Keperluan sehari-hari seperti sabun dan perlengkapan lainnya - Semua kebutuhan ditanggung oleh negara"Jadi enggak perlu dikasih uang saku kalau anaknya sekolah di sekolah rakyat. Ini program andalannya Pak Prabowo, Pak Presiden," ujar Sukron, narasumber dalam live streaming YouTube channel Sukron Channel yang membahas berbagai program bantuan sosial.
Target Penerima dan Pendaftaran
Sekolah Rakyat menyasar anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah, khususnya keluarga yang masuk desil 1, 2, atau 3.