Program ini juga terbuka bagi keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang masuk desil 1 sampai 4 atau 5.
Bagi masyarakat yang ingin mendaftarkan anaknya ke Sekolah Rakyat, perlu memastikan terlebih dahulu apakah di daerahnya telah dibuka Sekolah Rakyat atau belum.
"Karena se-Indonesia ini tidak semua daerah, tapi nanti ke depannya akan ada sekolah rakyat di seluruh daerah. Ini masih bertahap," jelas Sukron.
Jika di daerah tersebut telah tersedia Sekolah Rakyat dan masih membuka pendaftaran, pendaftaran dapat dilakukan melalui:
- Pendamping PKH masing-masing - Pemerintah desa atau kelurahan - Dinas Sosial setempatSaat ini, beberapa daerah seperti Banyuwangi masih membuka peluang pendaftaran untuk jenjang SMA dengan kuota yang masih banyak.
Integrasi dengan Program Bantuan Sosial Lainnya
Salah satu keunggulan Sekolah Rakyat adalah integrasinya dengan berbagai program bantuan sosial lainnya.
Keluarga siswa Sekolah Rakyat terdaftar sebagai penerima manfaat bantuan sosial seperti PKH, bantuan sembako, jaminan kesehatan PBI-JK.
Mereka juga terhubung ke koperasi desa Merah Putih, dilibatkan dalam program pemberdayaan sosial ekonomi (PPSE), serta menjadi sasaran program pembangunan tiga juta rumah layak huni.
"Nah, ini saya baru saja dapat informasi itu nanti bansosnya akan lanjut terus. Ditambah juga bantuan-bantuan pelengkap. Nah, nanti diusahakan biar dapat. Bahkan yang orang tuanya rumahnya tidak layak, yang anaknya sekolah rakyat itu akan dapat bedah rumah ya. Bahkan akan dikasih bantuan-bantuan kewirausahaan atau modal usaha bagi yang masih kuat bekerja atau produktif," tambah Sukron.
Berdasarkan data dari Kementerian Sosial, ada sebanyak 2.007 siswa Sekolah Rakyat yang akan menerima dukungan Program Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) mulai Agustus 2025.
Jumlah tersebut sebelumnya belum mendapatkan jaminan kesehatan berdasarkan hasil verifikasi dari 9.705 siswa yang telah diterima di 100 titik Sekolah Rakyat tahap pertama.