7 Bansos Siap Cair Mulai Oktober 2025, BLT Dana Desa hingga PBI JKN, Pemerintah Salurkan Rp43,6 Triliun untuk 20 Juta KPM

JAKARTA – Pemerintah Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui penyaluran tujuh jenis bantuan sosial (bansos) yang akan mulai disalurkan pada 1 Oktober 2025.
Penyaluran bansos ini diharapkan memberikan dampak signifikan pada peningkatan kesejahteraan rakyat dengan menggunakan sumber data penerima bansos dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Memasuki bulan Oktober, berdasarkan periode penyaluran per triwulan, Indonesia memasuki periode triwulan keempat.
Selain bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), terdapat bantuan penebalan sembako Rp400.000 yang kembali dicairkan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BPNT dan beragam bansos lainnya untuk meningkatkan daya beli masyarakat.
Berikut rincian ketujuh bansos yang akan disalurkan mulai Oktober 2025:
1. BLT Dana Desa
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT) melanjutkan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa bulan Oktober 2025.
Program ini bertujuan untuk memberikan bantuan ekonomi kepada keluarga miskin dan rentan di wilayah pedesaan khususnya yang belum tercakup dalam program bantuan sosial lainnya.
Setiap KPM akan menerima bantuan tunai sebesar Rp300.000 per bulan. Periode penyaluran menyesuaikan dari kebijakan pemerintah desa.
Bagi desa yang menyalurkan periode 2 bulan sekaligus (September-Oktober), total bantuan yang diterima mencapai Rp600.000 per KPM.
2. Bantuan Beras dan Minyak Goreng
Sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi yang diumumkan pertengahan September 2025, pemerintah menambah daftar bantuan sosial yang dicairkan di bulan Oktober.
Bantuan ini berupa 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng yang diberikan untuk jangka waktu 2 bulan.
Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional menyiapkan anggaran Rp6,5 triliun untuk program ini yang akan menjangkau sebanyak 18,27 juta KPM di seluruh Indonesia.
Saat ini, distribusi beras sudah dimulai ke berbagai daerah, sementara pembagian surat undangan dipastikan segera menyusul.
3. Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) berkomitmen untuk mendukung anak-anak Indonesia yang berpotensi akademik namun berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi untuk dapat menyelesaikan studi di perguruan tinggi.
Pendaftaran KIP Kuliah masih berlangsung hingga 31 Oktober 2025, di mana awal pendaftaran telah dimulai sejak 4 Februari 2025.
Pencairan KIP Kuliah 2025 dibagi ke dalam dua periode, yaitu semester ganjil September 2025 hingga Februari 2026.


