Para KPM juga diimbau untuk segera melakukan transaksi pencairan dalam batas waktu 30 hari sejak dana masuk ke rekening pemindahbukuan.
Status Gagal Cek Rekening Mulai Berubah
Kabar baik datang bagi KPM yang sebelumnya mengalami kendala "Gagal Cek Rekening" di sistem SIKS-NG.
Status tersebut mulai berubah menjadi "Berhasil Cek Rekening" secara otomatis di sistem SIKS-NG tanpa perlu pemadanan manual.
Data yang tidak sesuai antara Dukcapil dan perbankan ternyata dapat terupdate otomatis.
Kementerian Sosial melalui Pusdatin juga telah memperbaiki sebagian besar data KPM dengan status gagal cek rekening, bekerja sama dengan pihak bank.
Namun, KPM tetap disarankan proaktif memastikan statusnya ke pendamping sosial.
Daerah yang Sudah Terpantau Mulai Cair
Berdasarkan laporan kanal YouTube CEK BANSOS, pola pencairan PKH tahap kedua per 14 Mei 2026 terpantau sebagai berikut:
-
Bank Mandiri dan Bank BSI: Sudah menyalurkan PKH dan BPNT secara lengkap
-
Bank BNI: Baru menyalurkan PKH, untuk BPNT masih belum terpantau
-
Bank BRI: PKH maupun BPNT belum ada laporan pencairan pada periode awal
Wilayah yang sudah melaporkan adanya pencairan meliputi berbagai kabupaten/kota, di antaranya:
-
Sulawesi: Kabupaten Soppeng, Wajo, Luwu Timur, Banggai, Toli-Toli
-
Jawa: Pandeglang, Serang, Cilegon, Bogor, Ciamis, Cilacap, Banyumas, Jember, Sumenep, Kota Kediri
-
Kalimantan: Sukamara, Pulang Pisau
-
Kepulauan Lainnya: Gorontalo Utara, Maluku Tenggara
KPM pemegang KKS Bank BRI juga mulai melaporkan adanya pencairan bansos pada Jumat malam, 15 Mei 2026, dengan proses penyaluran terpantau berlangsung bertahap pada rentang waktu sekitar pukul 19.00 hingga 20.00 WIB.
Pencoretan Penerima karena Judi Online
Pemerintah juga mencoret ribuan penerima bansos yang terindikasi menyalahgunakan bantuan untuk judi online. "Untuk tahun 2026 ini ada 11.000 lebih yang kami coret di triwulan pertama dan untuk triwulan kedua itu ada 75 KPM yang kami coret," ujar Gus Ipul.
Pencoretan dilakukan setelah pemadanan data dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Menurut Gus Ipul, jumlah penerima bansos yang terindikasi judi online turun drastis dibanding tahun sebelumnya. "Kesimpulannya adalah bahwa ini sudah ada penurunan yang luar biasa. Dari 600.000 tinggal 11.000," katanya.