MAKASSAR - Pemerintah resmi memulai proses registrasi ulang untuk program bantuan sosial (bansos) tahun anggaran 2027.
Seluruh proses pendaftaran kini terpusat melalui platform Perlinsos Digital di laman resmi perlinsos.kemensos.go.id.
Inisiatif digitalisasi ini bertujuan untuk memutakhirkan data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran, efisien, dan akurat.
Registrasi ulang tahun ini secara spesifik ditujukan bagi KPM dari dua program utama, yakni Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Pemerintah juga menunjuk Makassar sebagai pilot project untuk Agen Perlindungan Sosial yang akan menjadi garda depan pendampingan digital di tingkat komunitas.
Seiring dengan peralihan sistem ke digital sepenuhnya, Kementerian Sosial mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman siber, terutama penipuan phishing yang mengatasnamakan program bansos.
Apa Itu Perlinsos Digital dan Siapa Sasarannya?
Perlinsos Digital adalah sistem pemutakhiran data terpadu milik Kementerian Sosial.
Melalui sistem ini, setiap keluarga penerima manfaat diminta untuk melakukan verifikasi dan pembaruan data secara mandiri.
Dua jenis bantuan yang wajib melakukan daftar ulang adalah:
1. PKH:
Bantuan sosial bersyarat bagi keluarga kurang mampu yang memiliki anggota keluarga dengan kriteria khusus, seperti ibu hamil dan menyusui, balita, anak usia sekolah, penyandang disabilitas berat, dan lanjut usia.
2. BPNT / Sembako:
Bantuan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga.
Syarat Wajib Sebelum Daftar Ulang
Sebelum mengakses situs, pastikan Anda telah menyiapkan dokumen dan perangkat berikut:
- NIK KTP yang valid
- Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang sudah aktif, beserta PIN IKD
- Smartphone dengan kamera yang berfungsi untuk verifikasi wajah
- Nomor telepon aktif yang bisa dihubungi
- Nomor ID Pelanggan PLN 12 digit
Tanpa IKD yang aktif, proses login tidak dapat dilanjutkan.
Tahapan Registrasi Ulang Mandiri
Proses pendaftaran dapat dilakukan secara mandiri melalui peramban HP dengan langkah-langkah berikut:
1. Akses laman resmi:
Buka browser dan ketik langsung alamat perlinsos.kemensos.go.id.
Jangan klik dari tautan yang disebar via WhatsApp atau SMS.
2. Login dengan IKD:
Pilih opsi "Masuk/Login" menggunakan IKD, kemudian masukkan NIK dan PIN IKD Anda.
3. Verifikasi wajah:
Ikuti instruksi liveness detection atau face recognition di layar untuk memastikan pendaftar adalah pemilik data yang sah.
4. Pilih jenis bantuan:
Setelah berhasil masuk, pilih menu "Daftar Bantuan" dan tentukan jenis bantuan yang diajukan, PKH, BPNT, atau keduanya.
5. Lengkapi data pendukung:
Isi seluruh data yang diminta dengan benar, termasuk nomor ID pelanggan PLN dan data anggota keluarga.
6. Cek ulang dan ajukan:
Periksa kembali seluruh informasi untuk memastikan keakuratan.
Beri persetujuan penggunaan data pribadi, lalu klik "Ajukan Bantuan".
7. Simpan bukti:
Sistem akan menampilkan nomor registrasi.
Simpan dan tangkap layar nomor tersebut sebagai bukti resmi bahwa Anda telah melakukan registrasi ulang.
Bagi warga yang mengalami kendala, seperti tidak memiliki smartphone, kesulitan aktivasi IKD, atau gagal verifikasi wajah, dapat meminta bantuan kepada Agen Perlinsos, Pendamping PKH, pengurus RT/RW, atau Kawan Perlinsos di lingkungan masing-masing.
Mereka bertugas mendampingi, bukan untuk memungut biaya.
Waspada Phishing: Lindungi Data Pribadi Anda
Digitalisasi bansos membuka celah bagi kejahatan phishing, yaitu upaya pencurian data pribadi dengan mengelabui korban melalui situs atau pesan palsu yang menyerupai situs resmi pemerintah.
Data yang diincar meliputi NIK, password, username, kode OTP, hingga data finansial.
Kenali Ciri-ciri Situs dan Pesan Palsu:
- Mengatasnamakan Kemensos, bank, atau lembaga pemerintah dengan kalimat mendesak seperti "Akun Anda Akan Diblokir!" atau "Verifikasi Data Anda Sekarang!"
- URL yang mirip tapi tidak sama, misalnya menggunakan domain gratis seperti .xyz, .online, atau ada tambahan karakter aneh
- Tidak menggunakan HTTPS, tidak ada ikon gembok di address bar, dan muncul peringatan "connection is not secure"
- Tata bahasa berantakan, ejaan tidak rapi, dan tampilan situs tidak profesional
- Meminta data sensitif seperti NIK, password, dan kode OTP secara langsung melalui tautan
- Menjanjikan hadiah tidak realistis di luar program bansos
Cara Aman Agar Terhindar dari Phishing:
- Selalu ketik alamat resmi perlinsos.kemensos.go.id secara manual di browser, jangan klik tautan dari sumber tidak dikenal
- Periksa keaslian alamat email pengirim, pastikan dari domain resmi @kemensos.go.id
- Jangan pernah membagikan NIK, PIN IKD, dan kode OTP kepada siapa pun, termasuk yang mengaku petugas
- Aktifkan verifikasi dua langkah, ganti password secara berkala, dan gunakan antivirus yang ter-update
- Aktifkan filter spam dan anti-phishing pada email
- Jika ragu, hubungi call center Kemensos atau datang langsung ke Dinas Sosial setempat melalui jalur resmi
Pemerintah menegaskan tidak pernah meminta data pribadi penerima bansos melalui tautan pribadi, SMS berhadiah, atau akun media sosial tidak resmi.
Seluruh proses registrasi ulang tidak dipungut biaya.