Data bantuan sosial (bansos) menjadi salah satu acuan dalam menentukan masyarakat yang masuk dalam kelompok penerima bantuan.
Namun, kondisi ekonomi sebuah keluarga dapat berubah sehingga data yang tercatat belum tentu selalu menggambarkan keadaan sebenarnya.
Masyarakat yang merasa data desil bansos tidak sesuai dengan kondisi ekonomi keluarga dapat mengajukan pembaruan data, baik secara online melalui aplikasi Cek Bansos maupun secara langsung melalui pemerintah daerah.
Apa Itu Desil dan Mengapa Penting?
Desil merupakan pengelompokan keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraan yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Penilaian desil tidak hanya melihat penghasilan keluarga.
Ada sejumlah variabel sosial ekonomi yang turut dipertimbangkan, seperti pekerjaan, pendidikan, kondisi rumah, daya listrik, hingga kepemilikan aset.
Menurut Sekretaris Dinas Sosial Kota Sukabumi, dr. Lulis Delawati, desil diukur berdasarkan 41 indikator yang mencakup berbagai aspek sosial ekonomi keluarga.
Data desil bersifat dinamis.
Artinya, kategori desil dapat diperbarui apabila kondisi sosial ekonomi keluarga berubah atau data yang tercatat tidak menggambarkan keadaan sebenarnya.
Dalam DTSEN, keluarga dikelompokkan ke dalam 10 desil, dengan masing-masing desil mencakup sekitar 10 persen keluarga di Indonesia.
Semakin kecil angka desil, semakin rendah tingkat kesejahteraannya.
Kenapa Data Bansos Bisa Tidak Sesuai?
Ada sejumlah kondisi yang dapat membuat data desil tidak lagi sesuai dengan keadaan keluarga saat ini.
Beberapa di antaranya yaitu pekerjaan anggota keluarga berubah, penghasilan keluarga berubah, jumlah anggota keluarga berubah, kondisi tempat tinggal mengalami perubahan, kepemilikan aset berubah, dan terdapat data kependudukan yang belum diperbarui.
Penentuan desil tidak hanya berdasarkan penghasilan.
Sistem juga mempertimbangkan sejumlah kondisi sosial ekonomi lainnya, termasuk pekerjaan, pendidikan, kondisi perumahan, daya listrik, dan kepemilikan aset.
Karena itu, masyarakat yang menemukan ketidaksesuaian data dapat mengajukan pembaruan agar informasi yang digunakan menggambarkan kondisi keluarga sebenarnya.
Cara Mengecek Desil Bansos
Sebelum mengajukan perbaikan, masyarakat dapat mengecek terlebih dahulu posisi desil yang tercatat.
Pengecekan dapat dilakukan secara online melalui laman resmi Cek Bansos Kementerian Sosial di alamat cekbansos.kemensos.go.id. Siapkan NIK 16 digit sesuai KTP dan koneksi internet yang stabil.
Buka situs tersebut, masukkan NIK, ketik kode verifikasi atau captcha yang tampil di layar, lalu klik tombol "Cari Data".
Tunggu sampai sistem menampilkan hasil pencarian.
Jika data tersedia, halaman hasil dapat menampilkan informasi penerima, status bantuan sosial, dan kategori atau rentang desil yang tercatat.
Pastikan NIK yang dimasukkan benar, karena salah satu angka saja dapat membuat data tidak ditemukan.
Selain melalui website, pengecekan juga dapat dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos yang tersedia di Google Play Store.
Cara Mengajukan Perbaikan Data Bansos Lewat HP
Masyarakat dapat mengajukan pembaruan data secara online melalui aplikasi Cek Bansos.
Berikut tahapan yang dapat dilakukan untuk memperbaiki data bansos lewat HP:
-
Unduh dan buka aplikasi Cek Bansos di HP. Pastikan menggunakan aplikasi resmi Kementerian Sosial Republik Indonesia.
-
Lakukan registrasi atau login menggunakan data yang diperlukan. Jika belum memiliki akun, lakukan registrasi terlebih dahulu. Bagi yang sudah memiliki akun, silakan masuk menggunakan akun yang telah terdaftar.
-
Pilih menu Usul Sanggah atau fitur pembaruan data yang tersedia. Aplikasi Cek Bansos menyediakan fitur usul dan sanggah sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pemutakhiran data sosial.
-
Pilih opsi untuk mengajukan pembaruan data, kemudian lengkapi informasi mengenai kondisi sosial ekonomi keluarga sesuai keadaan sebenarnya.
-
Isi informasi mengenai kondisi tempat tinggal, pekerjaan, penghasilan, dan data keluarga apabila diminta. Jangan mengisi data berdasarkan perkiraan atau kondisi yang diharapkan. Data yang diberikan harus menggambarkan keadaan sosial ekonomi keluarga saat ini.
-
Sertakan dokumen atau bukti pendukung yang diperlukan, seperti foto rumah dan dokumen lainnya.
-
Periksa kembali seluruh data yang telah diisi, lalu kirim pengajuan.
-
Tunggu proses pemeriksaan dan verifikasi oleh pihak yang berwenang.
Perlu diperhatikan, mengajukan pembaruan data tidak berarti kategori desil akan langsung berubah.
Data yang disampaikan tetap harus melalui proses pemeriksaan dan verifikasi terlebih dahulu.
Menurut penjelasan Dinas Sosial Kota Sukabumi, setelah pengajuan, akan dilakukan verifikasi dan validasi lapangan oleh tim kelurahan, lalu desil akan diperingkatkan kembali oleh Badan Pusat Statistik Pusat secara periodik.
Cara Mengubah Data Bansos Secara Offline
Selain melalui HP, masyarakat yang mengalami kendala menggunakan aplikasi dapat mengajukan pembaruan data secara langsung.
Masyarakat dapat mendatangi kantor desa atau kelurahan maupun dinas sosial sesuai domisili.
Petugas kemudian dapat membantu proses pengajuan pembaruan data sesuai mekanisme yang berlaku.
Dokumen yang sebaiknya disiapkan antara lain KTP, Kartu Keluarga (KK), dokumen pendukung kondisi sosial ekonomi jika diperlukan, dan bukti lain yang dapat memperkuat informasi yang ingin diperbarui.
Masyarakat juga bisa mendatangi Pusat Kesejahteraan Sosial yang ada di setiap kantor kelurahan untuk mengubah peringkat desil.
Urutan Desil 1 hingga Desil 10
Secara sederhana, desil merupakan metode pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan yang dibagi menjadi 10 kelompok.
Berikut urutan desil dalam DTSEN:
-
Desil 1: 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah (sangat miskin).
-
Desil 2: kelompok sangat rentan miskin.
-
Desil 3: kelompok rentan atau hampir miskin.
-
Desil 4: kelompok 40 persen terbawah (rentan miskin).
-
Desil 5: kelompok menengah ke bawah.
-
Desil 6: kelompok menengah.
-
Desil 7: kelompok menengah ke atas.
-
Desil 8: kelompok menengah ke atas.
-
Desil 9: kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif tinggi.
-
Desil 10: 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.
Laman resmi Cek Bansos menyebut desil 1-4 atau 40 persen terbawah dapat diusulkan sebagai penerima bantuan PKH dan Sembako, sedangkan desil 5 dapat diusulkan sebagai peserta PBI-JK.
Namun, masuk dalam desil tertentu tidak otomatis membuat seseorang menerima bansos karena setiap program memiliki kriteria dan ketentuan kepesertaan masing-masing.
Dinamika Perubahan Desil di Lapangan
Perubahan desil dalam DTSEN berdampak pada perubahan sasaran penerima bantuan sosial.
Persoalan tersebut masih ditemukan di tingkat desa, mulai dari perubahan naik-turunnya desil hingga penerima bantuan yang dinilai belum sesuai kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Pemutakhiran data dilakukan untuk memastikan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang menjadi dasar penentuan desil tetap sesuai dengan kondisi lapangan.
Di Kota Mataram, misalnya, Dinas Sosial mencatat sekitar 68.000 kepala keluarga mengajukan sanggahan terkait status desil Perlindungan Sosial (Perlinsos) dari total sekitar 147.000 kepala keluarga yang terdata dalam DTSEN.
Gelombang sanggahan itu dipicu oleh adanya penyesuaian dan dinamika pendataan sebelumnya yang menyebabkan banyak data warga bergeser ke desil atas atau desil 6 atau 7 sehingga dikategorikan tidak layak menerima bantuan.
Pembaruan data melalui mekanisme sanggahan di aplikasi Perlinsos relatif lebih cepat dibandingkan pengurusan form DTSEN di tingkat kelurahan yang membutuhkan waktu hingga tiga bulan.
Warga bisa mengisi mandiri dan langsung mengklaim kondisi riilnya.
Seluruh data saat ini telah terhubung dengan Sistem Penguatan Layanan Pemerintah (SPLP) yang melakukan verifikasi silang otomatis dengan berbagai instansi terkait, seperti ATR/BPN untuk kepemilikan aset tanah hingga PLN untuk daya listrik.
Kesimpulan
Ketidaksesuaian data desil bansos merupakan hal yang wajar terjadi mengingat kondisi sosial ekonomi keluarga bersifat dinamis.
Masyarakat yang merasa data desilnya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya dapat mengajukan pembaruan data melalui aplikasi Cek Bansos secara online atau mendatangi kantor desa, kelurahan, dan dinas sosial secara offline.
Proses ini memerlukan verifikasi dan validasi lapangan sebelum desil diperingkatkan kembali oleh Badan Pusat Statistik.
Dengan pemutakhiran data yang akurat, diharapkan penyaluran bantuan sosial dapat tepat sasaran dan menghadirkan keadilan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.