Status SKTP yang sudah terbit di sistem menjadi tanda bahwa dana tunjangan mereka akan segera diproses.
3. Dana Siap Cair 3-7 Hari Kerja Pasca SKTP, Diprediksi 25-26 Mei 2026
Setelah SKTP resmi terbit, proses selanjutnya yang tidak kalah penting adalah penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).
SP2D menjadi lampu hijau bahwa anggaran siap dikirimkan ke sistem perbankan untuk didistribusikan ke rekening guru masing-masing.
Berdasarkan pola pencairan pada periode-periode sebelumnya, dana tunjangan profesi guru biasanya akan cair dalam rentang waktu 3-7 hari kerja setelah SKTP muncul di sistem.
Dengan SKTP yang mulai terbit pada 18–19 Mei 2026, maka estimasi pencairan akan dimulai pada:
-
Paling cepat: Selasa, 25 Mei 2026 (H+5 hari kerja).
-
Paling lambat: Rabu, 26 Mei 2026 (H+6 hari kerja).
Pemerintah memastikan proses transfer dana akan dilakukan sesuai dengan mekanisme yang berlaku, di mana rekomendasi pembayaran bagi guru ASN disalurkan ke Kementerian Keuangan melalui KPPN, sedangkan guru Non-ASN diproses melalui mekanisme yang ditetapkan Kemendikdasmen.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti juga menyatakan bahwa pemerintah tengah berusaha agar TPG dapat disalurkan secara lebih cepat dan tepat waktu di tahun 2026, termasuk pada periode-periode sebelumnya yang kerap mengalami keterlambatan.
Fakta dan Bukti Pendukung Lainnya
Prediksi ini juga diperkuat oleh sejumlah perubahan regulasi dan peningkatan alokasi anggaran tahun 2026.
Pemerintah melalui Kemendikdasmen telah menaikkan anggaran untuk berbagai tunjangan guru menjadi Rp 14,1 triliun, meningkat dibandingkan tahun 2025 yang hanya Rp 12,48 triliun.
Peningkatan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk memprioritaskan kesejahteraan tenaga pendidik.
Sementara itu, berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama pada Minggu, 17 Mei 2026, diputuskan bahwa 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026, sehingga Iduladha 10 Zulhijah diperingati pada Rabu, 27 Mei 2026.
Keputusan ini juga sejalan dengan hasil hisab dan rukyatul hilal yang dilakukan di 88 titik di seluruh Indonesia.