Data ini menunjukkan bahwa AI telah menjadi bagian integral dari aktivitas sehari-hari masyarakat Indonesia, bukan lagi sekadar tren teknologi.
Dari perspektif ekonomi, AI generatif berpotensi membuka kapasitas produksi hingga US$243,5 miliar (sekitar Rp3.700 triliun), dan pada tahun 2030 AI dapat memberikan kontribusi hingga US$366 miliar terhadap PDB Indonesia.
Kebijakan memperkenalkan AI sejak usia sekolah merupakan jembatan penting untuk membangun generasi yang melek teknologi sekaligus memperkuat budaya riset dan inovasi.
4.2 Asisten AI: BM AI Tutor dan EliteMentor
Universitas Bunda Mulia (UBM) meluncurkan BM AI Tutor, platform asisten akademik pintar berbasis AI pertama di Indonesia yang terintegrasi langsung dengan kurikulum Outcome-Based Education (OBE).
Platform ini dirancang sebagai tutor privat digital yang dapat diakses mahasiswa kapan saja dan di mana saja.
Yang membedakan platform ini adalah setiap aktivitas pembelajaran, latihan, diskusi, hingga evaluasi disusun untuk mendukung pencapaian Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), membimbing proses belajar agar selaras dengan kompetensi yang harus dicapai.
Platform ini juga memberikan data akurat bagi dosen untuk memetakan tingkat ketercapaian mahasiswa secara berkelanjutan.
Di sisi lain, kolaborasi antara Elitery, Elite Academy, dan Institut Pertanian Bogor (IPB) melahirkan EliteMentor—layanan “Dosen Digital” yang mampu memberikan bimbingan personal kepada mahasiswa selama 24 jam penuh, menggabungkan teknologi pembelajaran adaptif dengan kecerdasan buatan.
4.3 Platform Belajar AI Gratis untuk Masyarakat
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) meluncurkan platform bijakcerdas.dicoding.com, sebuah massive open online course (MOOC) gratis untuk membantu masyarakat Indonesia lebih bijak cerdas dalam berdigital dan ber-AI.
Platform ini dilengkapi dengan fitur Cek Kesehatan Digital (CKD) sebagai alat ukur pemahaman serta kebiasaan digital dalam aspek kecakapan digital, keamanan digital, dan etika digital.
4.4 Pelatihan AI untuk Guru
Pelatihan AI secara masif dilakukan untuk meningkatkan kapasitas literasi digital di lingkungan pendidikan.
Program “AI Goes To School” oleh MAFINDO (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) merupakan pelatihan berskala nasional yang ditujukan bagi para guru untuk mengintegrasikan AI dalam kegiatan belajar-mengajar.
Program ini mendapatkan dukungan dari Google.org, AVPN, dan Asian Development Bank (ADB), serta menargetkan pendampingan 10.000 guru di 40 kota selama 18 bulan.
Materi pelatihan mencakup pemahaman teknologi AI, etika penggunaannya, manajemen prompt, pemanfaatan AI dalam pembelajaran kreatif, pengelolaan kelas, hingga administrasi pendidikan.
Di tingkat lokal, berbagai kolaborasi antara kampus dan komunitas terus berlangsung.
Contohnya, IEEE UB SB bersama IoT Indonesia dan Respect.id menggelar workshop IoT dan pelatihan AI bagi para pendidik di SDN 1 Sumber Sekar, Malang.