Bungko News – Belakangan ini, jagat maya diramaikan dengan perdebatan sengit seputar dua program unggulan pemerintah: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan bantuan sosial (bansos) pangan.
Isu yang paling hangat diperbincangkan adalah wacana penggantian MBG dengan uang tunai, serta bentuk penyaluran bansos pangan yang masih menuai pro dan kontra.
Di tengah hiruk-pikuk opini publik, pemerintah pun angkat bicara.
Isu Penggantian MBG dengan Uang Tunai: Hoaks atau Fakta?
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang diluncurkan pada 6 Januari 2025.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan gizi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai upaya menurunkan angka stunting dan membangun sumber daya manusia yang unggul.
Dengan anggaran yang fantastis, yaitu mencapai Rp335 triliun, MBG ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat.
Namun, di tengah perjalanannya, program ini dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari kasus dugaan korupsi tata kelola program yang melibatkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, hingga tuduhan pemborosan anggaran.
Isu terbaru yang viral adalah klaim bahwa Presiden Prabowo secara resmi menghapus program MBG dan menggantinya dengan bantuan uang tunai.
Narasi ini sontak memicu reaksi beragam dari masyarakat.
Sebagian menyatakan setuju dengan wacana tersebut, namun tidak sedikit pula yang menolak. "Banyak sekali yang tidak setuju MBG ganti uang tunai," tulis seorang warganet, menggambarkan keresahan yang muncul.