Berita

Polemik MBG dan Bansos Pangan: Antara Makan Bergizi, Uang Tunai, dan Harapan Publik

Diperbarui 0 4 mnt baca 604 kata 3 halaman
Polemik MBG dan Bansos Pangan: Antara Makan Bergizi, Uang Tunai, dan Harapan Publik
Polemik MBG dan Bansos Pangan: Antara Makan Bergizi, Uang Tunai, dan Harapan Publik — Isu Penggantian MBG dengan Uang Tuna...

Beberapa pihak menganggap penggantian dengan uang tunai berpotensi mubazir dan tidak tepat sasaran, karena esensi program adalah pemberian makanan bergizi secara langsung.

Pemerintah Bantah Keras: MBG Tetap Berjalan

Menanggapi isu yang meresahkan ini, pemerintah melalui berbagai lembaga memberikan klarifikasi tegas.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan bahwa isu usulan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengganti MBG dengan uang tunai adalah hoaks atau disinformasi.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu, Deni Surjantoro, meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia sosial dan berhati-hati terhadap informasi yang tidak jelas sumbernya.

Penegasan serupa juga datang dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.

Beliau menegaskan bahwa program MBG tetap berjalan dan saat ini sedang dalam masa evaluasi ketat untuk perbaikan tata kelola.

Bahkan, Kepala BGN Nanik S. Deyang menyatakan bahwa Presiden Prabowo memutuskan untuk melanjutkan program ini dengan berbagai langkah efisiensi anggaran.

"Program MBG bukan proyek komersial, melainkan wujud nyata kepedulian Presiden Prabowo Subianto terhadap anak-anak Indonesia," demikian pernyataan resmi yang menggarisbawahi komitmen pemerintah.

Pemerintah juga menyebut bahwa program ini telah menciptakan 1,5 juta lapangan pekerjaan baru hingga awal 2026 dan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi.

Polemik Bansos Pangan: Uang Tunai vs Bantuan Barang

Selain MBG, isu tentang bansos pangan juga tak kalah panas.

Berita Terkait