Keputusan BI ini adalah respons langsung terhadap tekanan luar biasa terhadap rupiah.
Nilai tukar rupiah sempat menyentuh kisaran Rp18.200-an per dolar AS pada awal pekan, level terendah dalam beberapa tahun terakhir.
Meskipun pada Rabu pagi rupiah sempat menguat 158 poin menjadi Rp17.900 per dolar AS, tekanan terhadap mata uang Garuda ini dinilai belum sepenuhnya mereda.
Dua Kali Lipat Beban Kelas Menengah
Kombinasi kenaikan harga BBM dan suku bunga ini menciptakan beban berlapis bagi rumah tangga kelas menengah.
Di satu sisi, biaya transportasi harian melonjak karena harga BBM naik.
Di sisi lain, bunga kredit—termasuk KPR, kredit kendaraan, hingga pinjaman multiguna—ikut membengkak karena suku bunga acuan naik.
Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, menilai kelas menengah kini menghadapi beban berlapis mulai dari cicilan kredit yang membengkak, ongkos transportasi yang meningkat, hingga biaya hidup yang terus naik di tengah pendapatan yang tidak bertambah signifikan.
Menurutnya, kelas menengah selama ini justru menjadi kelompok yang paling sering menanggung dampak kebijakan ekonomi ketika tekanan muncul.
"Ketika negara perlu menjaga rupiah, bunga dinaikkan. Ketika harga energi disesuaikan, pengguna BBM nonsubsidi yang mayoritas berasal dari kelas menengah langsung menanggung beban. Ketika bantuan sosial dibagikan, mereka sering dianggap terlalu mampu untuk dibantu. Tetapi ketika pajak, bunga kredit, tarif, dan harga energi naik, mereka selalu dianggap cukup kuat untuk menanggungnya," ucap Achmad dikutip dari keterangan yang diterima, Rabu (10/6).
Ia mengingatkan bahwa kelas menengah memiliki kontribusi besar terhadap konsumsi nasional.
Karena itu, pelemahan daya beli kelompok tersebut dapat berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. "Kelas menengah bukan sekadar kelompok pendapatan. Mereka adalah fondasi pasar domestik, pembayar pajak, penyerap kredit perbankan, pengguna transportasi, pembeli rumah, pembayar pendidikan, dan penggerak konsumsi. Jika kelas ini rapuh, ekonomi nasional akan kehilangan penyangga utamanya," katanya.
Budget Hiburan: Korban Pertama yang Terkorbankan
Dalam struktur pengeluaran rumah tangga kelas menengah, pos hiburan—termasuk makan di luar, rekreasi, konser, dan liburan—selalu menjadi sektor yang paling cepat dipangkas ketika terjadi tekanan ekonomi.