JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) mempersiapkan penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap ketiga untuk periode Juli-September 2025.
Hanya keluarga penerima manfaat (KPM) yang berada dalam desil 1-5 yang masih berhak menerima bantuan, sementara pendistribusian Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) baru diperpanjang hingga awal September 2025.
Berdasarkan informasi resmi dari Kemensos, penyaluran PKH dan BPNT tahap ketiga dijadwalkan mulai akhir Agustus 2025 dan diperkirakan akan cair pada akhir September hingga awal Oktober 2025.
Proses penyaluran ini dilakukan bersamaan dengan perpanjangan pendistribusian KKS baru bagi KPM yang telah melewati proses burekol (peralihan dari penyaluran via PT Pos Indonesia ke bank Himbara).
Kriteria Penerima Bansos Tahap 3: Fokus pada Desil 1-5
Kemensos menegaskan bahwa kriteria penerima bansos PKH dan BPNT tahap ketiga mengacu pada sistem desil kesejahteraan.
Desil merupakan pembagian kelompok masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan, mulai dari desil 1 (paling miskin) hingga desil 10 (paling mampu).
"Program PKH hanya diperuntukkan bagi keluarga yang termasuk dalam desil 1 hingga 4, sementara BPNT memiliki jangkauan lebih luas, yakni bagi masyarakat yang masuk dalam desil 1 hingga 5," demikian dijelaskan dalam informasi resmi Kemensos yang dikutip dari Radar Bogor.
Hal ini sejalan dengan pernyataan Menteri Sosial Saifulah Yusuf bahwa kategori penerima bantuan sosial bersifat dinamis.
KPM yang menerima bantuan di tahap kedua belum tentu akan menerima di tahap ketiga jika terjadi perubahan data desil setelah pemutakhiran data.
Cek Desil di Aplikasi Cek Bansos untuk Pastikan Kelayakan
Untuk memastikan kelayakan menerima bansos tahap ketiga, masyarakat diimbau untuk mengecek status desil melalui aplikasi Cek Bansos resmi.
Aplikasi ini dapat diunduh dari Play Store dan memerlukan pendaftaran menggunakan NIK, nama lengkap, dan alamat sesuai KTP.
"Bagi KPM yang sudah berada di desil 1 sampai dengan desil 5 tidak perlu melakukan pembaharuan desil lagi karena pemeringkatan desil 1-5 merupakan desil yang aman datanya," jelas Kemensos.
Namun, bagi masyarakat yang merasa masih layak menerima bantuan tetapi berada di desil 6-10, dapat melakukan permintaan pembaharuan data melalui aplikasi Cek Bansos.
Data tersebut akan ditampung oleh Dinas Sosial masing-masing dan akan disurvei ulang oleh Kemensos bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS).
Perpanjangan Pendistribusian KKS Hingga Awal September
Kemensos memperpanjang waktu pendistribusian KKS baru hingga akhir Agustus 2025 dan diperkirakan berlanjut sampai awal September 2025.
Perpanjangan ini diberikan untuk memastikan semua KPM yang telah melewati proses burekol dapat menerima kartu baru mereka.
"Pendistribusian kartu dilakukan bertahap sampai dengan akhir Agustus 2025 serta diperkirakan berlanjut sampai awal September 2025," demikian informasi resmi dari Kemensos.
Beberapa wilayah seperti Lampung Timur, Banjar Sari Ciamis, Sukoharjo, dan Sentul Bogor telah mulai mendistribusikan KKS baru sejak pertengahan Agustus 2025.
Wilayah lainnya akan menyusul dalam waktu dekat.
Proses Burekol untuk Peralihan Penyaluran Bansos
Proses burekol (peralihan dari penyaluran via PT Pos Indonesia ke bank Himbara) menjadi fokus utama Kemensos saat ini.
KPM yang berhasil melewati tahap ini akan menerima KKS baru yang menjadi pintu masuk dalam mengakses BPNT maupun PKH pada periode berikutnya.
"Bagi KPM yang belum mendapatkan surat undangan pengambilan buku tabungan dan kartu KKS ditunggu saja karena batas waktunya sekarang sudah diperpanjang oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia," jelas Kemensos.
Penyaluran bansos tahap ketiga ini membutuhkan waktu sekitar satu setengah hingga dua bulan setelah data resmi ditetapkan.
Dengan perhitungan tersebut, tahap ketiga diperkirakan baru dapat diakses penerima manfaat pada akhir September hingga awal Oktober 2025.
***