Kedua, KPM dapat menggunakan aplikasi mobile Cek Bansos Kemensos yang telah diperbarui untuk mengakomodasi sistem DTSEN.
Aplikasi ini dapat diunduh melalui Google Play Store untuk perangkat Android dan App Store untuk perangkat iOS.
Ketiga, bagi KPM yang statusnya exclude, disarankan untuk berkoordinasi dengan pendamping sosial atau operator desa/operator Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang ada di desa untuk memastikan status penerimaan bansos.
Jika memang masih berhak menerima, pendamping atau operator desa dapat membantu mengusulkan nama KPM kembali dalam daftar penerima manfaat.
Keempat, KPM juga dapat melapor ke nomor command center Kemensos di 021-171 jika merasa berhak menerima bansos namun tidak mendapatkannya.
Penyaluran 6 Bulan Plus Penebalan 2 Bulan
Meskipun masih banyak masalah, pemerintah berkomitmen untuk menyalurkan bansos PKH dan BPNT untuk peralihan Pos selama 6 bulan plus penebalan 2 bulan yang akan disalurkan sebentar lagi.
Hal ini sebagaimana diungkapkan dalam akun Facebook Sobat Bansos.
Penyaluran ini diharapkan dapat segera terealisasi mengingat banyak KPM yang sudah menunggu sejak lama.
Namun, prosesnya tetap memerlukan validasi data yang ketat melalui sistem DTSEN untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Tips Penting untuk Penerima Bansos
Bagi KPM yang menerima bansos, terdapat beberapa tips penting yang perlu diperhatikan:
Pertama, lakukan update data berkala jika ada perubahan kondisi sosial ekonomi keluarga.
Kedua, simpan bukti transaksi sebagai dokumentasi setiap pencairan bantuan yang sah.
Ketiga, waspadai penipuan dengan hanya menggunakan situs resmi Kemensos untuk pengecekan.
Keempat, pantau jadwal pencairan bansos yang umumnya disalurkan setiap triwulan, namun jadwal dapat berubah sesuai kebijakan pemerintah.
***