Penyaluran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap 1 tahun 2026 mulai menunjukkan progres signifikan di berbagai daerah.
Sejumlah wilayah dilaporkan telah memasuki tahap pencairan, sementara daerah lain masih menunggu proses administrasi rampung melalui sistem resmi pemerintah.
Berdasarkan laporan terbaru, pencairan bansos PKH dan BPNT tahap 1 tahun 2026 dilakukan secara bertahap (termin) sesuai kesiapan data dan sistem di masing-masing wilayah.
Hal ini menyebabkan tidak semua daerah menerima bantuan secara bersamaan.
Progres Pencairan Bansos Tahap 1 2026
Mengacu pada pemantauan sistem SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation), sebagian besar daerah telah memasuki status SPM (Surat Perintah Membayar).
Status ini menandakan bahwa proses administrasi di tingkat pusat sudah selesai dan tinggal menunggu pencairan dana ke rekening penerima.
Namun, pencairan dana ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau melalui PT Pos Indonesia tetap dilakukan secara bertahap.
Artinya, meskipun status sudah SPM, dana belum tentu langsung masuk ke rekening seluruh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) secara bersamaan.
Sejumlah daerah bahkan sudah mulai menerima bantuan, terutama wilayah yang proses verifikasi datanya telah rampung lebih cepat.
Sementara itu, daerah lain masih berada pada tahap lanjutan menuju SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) hingga akhirnya masuk ke tahap pencairan penuh.
Besaran Bantuan PKH dan BPNT 2026
Pada tahap 1 tahun 2026 (periode Januari–Maret), pemerintah menyalurkan bantuan dengan nominal sebagai berikut:
- BPNT (Program Sembako): Rp600.000 per tahap - PKH: Ibu hamil / balita: Rp750.000 Lansia / disabilitas: Rp600.000 Siswa SD: Rp225.000 Siswa SMP: Rp375.000 Siswa SMA: Rp500.000
Besaran tersebut dapat berbeda tergantung komponen yang dimiliki oleh masing-masing keluarga penerima.
Cara Cek Status Bansos di SIKS-NG
Untuk memastikan apakah bantuan sudah cair atau masih dalam proses, masyarakat dapat melakukan pengecekan mandiri melalui sistem SIKS-NG maupun situs resmi Kementerian Sosial.
Berikut langkah-langkahnya:
1. Cek melalui SIKS-NG
- Kunjungi situs resmi SIKS-NG - Masukkan NIK dan nomor KK - Lakukan verifikasi data - Lihat status pencairan bantuan
2. Cek melalui website Kemensos
- Buka situs: cekbansos.kemensos.go.id - Pilih wilayah sesuai KTP - Masukkan nama lengkap penerima - Ketik kode captcha - Klik “Cari Data”
Jika terdaftar, sistem akan menampilkan jenis bantuan, status pencairan, hingga periode penyaluran.
Penyaluran Dilakukan Bertahap
Pemerintah melalui Kementerian Sosial menegaskan bahwa penyaluran bansos tidak dilakukan serentak.
Proses ini bergantung pada kesiapan data, validasi rekening, hingga mekanisme distribusi melalui bank Himbara maupun PT Pos Indonesia.
Selain itu, beberapa penerima baru masih dalam tahap Burekol (Buka Rekening Kolektif), yang berarti rekening dan KKS masih dalam proses pembuatan sebelum bantuan dapat dicairkan.
Imbauan untuk Masyarakat
Masyarakat diimbau untuk:
- Rutin mengecek status bansos secara mandiri - Memastikan data kependudukan valid - Tidak mudah percaya pada informasi tidak resmi
Pemerintah juga mengingatkan agar masyarakat hanya mengakses informasi melalui kanal resmi guna menghindari penipuan yang mengatasnamakan bansos.
***