Hak Cuti PPPK 2025 Sama PNS? Ini Rincian Cuti Tahunan, Sakit, Hingga Bersama untuk Honorer

Setiap PPPK yang sakit berhak atas cuti sakit dengan ketentuan:
– Sakit 1 hari: Menyampaikan surat keterangan dokter kepada atasan langsung.
– Sakit >1 hari hingga 14 hari: Ajukan permohonan tertulis ke PYBMC dengan lampiran surat keterangan dokter.
– Sakit >14 hari: Wajib melampirkan surat keterangan dokter pemerintah, maksimal cuti 1 bulan.
-Khusus gugur kandungan: Berhak cuti sakit maksimal 1,5 bulan dengan surat keterangan dokter/bidan.
– Kecelakaan kerja: Cuti sakit diberikan sampai masa perawatan selesai.
– Penghasilan: Tetap diterima selama cuti sakit.
3. Cuti Melahirkan
– Hak cuti: Diberikan untuk kelahiran anak pertama hingga ketiga selama menjadi PPPK.
– Lama cuti: Maksimal 3 bulan.
– Pengajuan: Ajukan permohonan tertulis kepada PYBMC.
– Penghasilan: Tetap diterima selama cuti melahirkan.
4. Cuti Bersama
– Ketentuan: Mengikuti aturan cuti bersama bagi PNS, ditetapkan melalui Keputusan Presiden.
– Lama: Tidak mengurangi hak cuti tahunan.
– Penggantian: Jika karena tugas tidak mengambil cuti bersama, hak cuti tahunan akan ditambah sesuai jumlah cuti bersama yang tidak digunakan (hanya berlaku di tahun berjalan, kecuali cuti bersama jatuh di akhir tahun).
Tata Cara Pengajuan Cuti
1. Permohonan tertulis: Diajukan kepada Pejabat Yang Berwenang Memberikan Cuti (PYBMC) melalui atasan langsung.
2. Pertimbangan atasan langsung: Atasan langsung dapat menyetujui, mengubah, menangguhkan, atau menolak pengajuan cuti.


