Berita

Guru Tunggu TPG Berbulan-Bulan, Kemendikbud Diminta Bereskan Sistem!

Diperbarui 0 4 mnt baca 720 kata 3 halaman
Guru Tunggu TPG Berbulan-Bulan, Kemendikbud Diminta Bereskan Sistem!

"TPG bukan sekadar uang tambahan. Ia adalah bentuk penghargaan moral dan finansial bagi guru yang telah memenuhi standar profesional. Ketika pencairannya tertunda, bukan hanya dompet yang menjerit, tetapi juga semangat pengabdian yang perlahan terkikis," tulis Omjay dalam artikelnya di Kompasiana (9/10/2025).

Penyebab Utama: Validasi Data dan Kebijakan yang Rumit

Berdasarkan penelusuran Pojoksatu.id (6/10/2025), ada beberapa penyebab umum penundaan TPG:

- Kekurangan jam mengajar linear (tidak sesuai sertifikasi). - Guru belum ditugaskan sebagai wali kelas, padahal tugas tambahan ini bisa menambah jam mengajar. - Perbedaan data antara Dapodik dan Info GTK, sehingga muncul status "belum valid" atau kode [02]. - Sistem yang masih dalam proses sinkronisasi atau perhitungan formasi guru per rombongan belajar.

Masalah ini diperparah dengan minimnya sosialisasi dan bimbingan teknis dari pemerintah pusat maupun daerah, sehingga banyak guru yang kebingungan mengatasi error di sistem.

Meski pemerintah diharapkan segera turun tangan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan guru untuk mempercepat proses validasi TPG, dirangkum dari berbagai sumber:

1. Pastikan mengajar linear sesuai sertifikasi. Guru harus mengajar di mata pelajaran yang sesuai dengan sertifikat pendidik yang dimiliki. 2. Penuhi jam mengajar minimal 24 jam per minggu. Jika kurang, koordinasikan dengan pihak sekolah untuk penugasan tambahan seperti wali kelas atau kegiatan kurikuler yang diakui. 3. Cek data diri di Dapodik dan Info GTK secara berkala. Pastikan tidak ada data yang berwarna merah atau tidak sesuai. 4. Lakukan sinkronisasi ulang jika ada perubahan data. Jika ada perbaikan jadwal atau penugasan, pastikan data diperbarui di sistem. 5. Koordinasi dengan operator sekolah atau dinas pendidikan. Jika status masih belum valid setelah beberapa hari, segera laporkan untuk ditindaklanjuti. 6. Simpan bukti pengiriman atau perbaikan data. Ini penting sebagai dokumentasi jika ada kendala teknis di kemudian hari. 7. Pantau pengumuman resmi dari Kemendikbudristek. Seringkali ada kebijakan terkait perpanjangan validasi atau penyesuaian jadwal.

Meski ada upaya dari guru, solusi sesungguhnya ada di tangan pemerintah.

Berita Terkait