Periode penyaluran bantuan
Hasilnya akan langsung menunjukkan kategori desil Anda dan jenis bantuan yang dapat diterima.
Metode ini cocok bagi Anda yang hanya ingin mengecek status sesekali tanpa perlu instalasi aplikasi.
Metode Kedua: Melalui Aplikasi Cek Bansos di HP
Bagi Anda yang ingin fitur lebih lengkap dan notifikasi otomatis, aplikasi Cek Bansos adalah pilihan tepat.
Aplikasi ini dapat diunduh gratis dari Google Play Store (Android) maupun App Store (iOS).
Pastikan pengembangnya adalah Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk menghindari aplikasi palsu.
Langkah Awal: Registrasi Akun (hanya sekali)
-
Unduh aplikasi Cek Bansos dari Play Store atau App Store
-
Buka aplikasi, lalu pilih "Buat Akun Baru"
-
Isi data diri lengkap: NIK, nomor Kartu Keluarga (KK), nama lengkap, alamat sesuai KTP, nomor HP aktif, dan alamat email (opsional)
-
Unggah foto KTP dan swafoto sambil memegang KTP
-
Tunggu proses verifikasi data (biasanya memakan waktu 1-3 hari kerja)
Langkah Pengecekan Setelah Akun Aktif
-
Buka aplikasi Cek Bansos, lalu login menggunakan NIK sebagai username dan password yang sudah didaftarkan
-
Pada halaman utama, pilih menu "Cek Bansos"
-
Pilih wilayah domisili (provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan)
-
Masukkan nama lengkap sesuai KTP, atau cukup masukkan NIK
-
Klik "Cari Data"
Sistem akan menampilkan informasi lengkap: identitas penerima, kelompok desil, status penerimaan bansos, jenis bantuan yang diterima, serta periode penyaluran.
Keunggulan aplikasi ini adalah fitur notifikasi push yang akan memberitahu Anda secara otomatis jika ada pembaruan status pencairan.
Memahami Desil DTSEN: Kunci Kelayakan Penerima Bansos
Desil merupakan sistem pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat yang disusun berdasarkan kondisi sosial dan ekonomi rumah tangga.
Dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), seluruh penduduk Indonesia dibagi ke dalam 10 kelompok atau desil.
Semakin kecil angka desil, semakin rendah tingkat kesejahteraan ekonomi rumah tangga tersebut.
Sebaliknya, semakin tinggi angka desil menunjukkan kondisi ekonomi yang relatif lebih baik.
Desil tidak ditentukan secara sederhana berdasarkan pendapatan atau pengeluaran semata, tetapi diukur melalui berbagai variabel sosial ekonomi yang kompleks.
Penilaian tersebut mencakup jenis pekerjaan, tingkat pendidikan anggota keluarga, kondisi fisik rumah, kapasitas daya listrik terpasang, hingga kepemilikan aset seperti kendaraan dan properti.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial (Pusdatin Kesos) Kemensos, Joko Widiarto, menjelaskan bahwa terdapat 10 desil, masing-masing mewakili 10 persen tingkat kesejahteraan keluarga di Indonesia.
Desil 1 adalah kelompok 10 persen termiskin, sementara desil 10 adalah kelompok paling sejahtera.