Menurut Sri Mulyani, ruang fiskal dalam APBN tahun depan sudah banyak terserap untuk program-program prioritas nasional yang telah ditetapkan Presiden Prabowo Subianto.
Total belanja direncanakan sebesar Rp3.786,5 triliun dengan penerimaan negara ditarget sebesar Rp3.147 triliun sehingga defisit APBN mencapai Rp638,8 triliun atau 2,48% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Delapan Agenda Prioritas Nasional
Dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI, Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan delapan agenda prioritas yang akan menjadi fokus pemerintah pada 2026.
Delapan agenda tersebut meliputi:
1. Ketahanan pangan 2. Ketahanan energi 3. Makan bergizi gratis 4. Program pendidikan 5. Program kesehatan 6. Pembangunan desa, koperasi, dan UMKM 7. Pertahanan Semesta 8. Akselerasi investasi
Untuk mendukung delapan agenda prioritas ini, pemerintah mengalokasikan anggaran yang signifikan.
Misalnya, untuk ketahanan pangan dianggarkan Rp164,4 triliun, sementara untuk pendidikan sebesar Rp757 triliun.
Harapan untuk Kesejahteraan PNS
Meskipun tidak ada kenaikan gaji, baik DPR maupun pemerintah menyatakan tetap berharap kesejahteraan PNS dan tenaga honorer dapat meningkat.
Namun, peningkatan kesejahteraan tersebut harus dilakukan dengan mempertimbangkan banyak hal, terutama kondisi ekonomi nasional secara keseluruhan.
"Kami pun berharap kesejahteraan masyarakat, termasuk dalam hal ini PNS dan honorer meningkat.
Namun, peningkatan gaji tidak mudah karena harus mempertimbangkan banyak hal," kata Doli seperti dikutip dari Tempo.co.
Keputusan tidak adanya kenaikan gaji PNS ini menjadi perhatian luas mengingat sebelumnya banyak pihak yang mengantisipasi akan ada penyesuaian gaji ASN termasuk PNS dalam pidato Presiden Prabowo pada sidang tahunan MPR.
Namun, dengan pertimbangan fiskal dan situasi ekonomi yang masih rentan, pemerintah memutuskan untuk memprioritaskan program-program strategis yang memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.
***