Bungko News – Kejagung ungkap praktik licik eks pimpinan BGN di balik dapur SPPG, mulai dari yayasan afiliasi hingga mark up pengadaan fantastis Pada Selasa (2/6/2026) malam, Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN
Kejagung ungkap praktik licik eks pimpinan BGN di balik dapur SPPG, mulai dari yayasan afiliasi hingga mark up pengadaan fantastis
JAKARTA – Siapa sangka, program makan bergizi gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai unggulan pemerintah justru menjadi lahan subur korupsi.
Petinggi Badan Gizi Nasional (BGN) yang notabene merupakan jenderal kawakan dan pakar entomologi, justru diduga terafiliasi dengan sejumlah yayasan yang meraih insentif hingga triliunan rupiah setiap tahunnya.
Tak sampai di situ, setelah kurang dari 24 jam dicopot Presiden Prabowo Subianto, tiga mantan pimpinan BGN—Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya—resmi ditetapkan sebagai tersangka korupsi tata kelola MBG oleh Kejaksaan Agung (Kejagung), Rabu (3/6/2026).
🔎 Sorotan Utama
-
Insentif Miliaran Rupiah Per Hari: Yayasan yang terafiliasi dengan tersangka menerima insentif miliaran rupiah setiap hari dan triliunan rupiah per tahun.
-
Modus Operandi Kelam: Pengondisian verifikasi mitra BGN dan intervensi pengadaan dengan mark up hingga Rp1,035 triliun.
-
Gaji Fantastis vs Kerugian Negara: Gaji Kepala BGN yang setara menteri tak sebanding dengan praktik mark up yang diduga merugikan keuangan negara hingga miliaran rupiah.
-
Transisi Cepat: Hanya berselang 24 jam setelah pencopotan, Kejagung melakukan penahanan terhadap ketiga eks pimpinan BGN pada Rabu (3/6/2026).
💰 Pengakuan Kejagung: "Yayasan Dimiliki Tersangka"
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengungkapkan bahwa seharusnya program MBG dikelola oleh yayasan yang terafiliasi dengan sekolah penerima.
Namun faktanya, yayasan-yayasan yang ditunjuk sebagai mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG justru menjadi sarana kejahatan dan terafiliasi dengan pejabat BGN.