Bungko News – Beberapa hari terakhir, media sosial khususnya grup Facebook dan platform TikTok ramai dengan unggahan yang mengklaim adanya bantuan sosial (bansos) tambahan berupa uang tunai sebesar Rp400 Meskipun kabar bansos tunai Rp400 Tags: Bansos Tunai
Beberapa hari terakhir, media sosial khususnya grup Facebook dan platform TikTok ramai dengan unggahan yang mengklaim adanya bantuan sosial (bansos) tambahan berupa uang tunai sebesar Rp400.000 yang dikabarkan akan cair pada bulan Juni 2026.
Kabar ini langsung memicu kegaduhan di kalangan masyarakat, terutama Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang berbondong-bondong mengecek saldo Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) mereka di anjungan tunai mandiri (ATM).
Yang membuat unggahan tersebut terlihat meyakinkan adalah disertakannya potongan video resmi Menteri Sosial yang tengah mengumumkan program penebalan bansos.
Namun, setelah dilakukan penelusuran mendalam, klaim tersebut dipastikan tidak benar alias hoaks.
Potongan Video Mensos Ternyata Pengumuman Tahun Lalu
Tim verifikasi faktual yang melakukan penelusuran di lapangan dan merujuk pada situs resmi Kementerian Sosial (Kemensos) menyatakan, hingga hari ini belum ada satu pun pengumuman atau keputusan resmi dari pemerintah mengenai penyaluran bansos penebalan dalam bentuk uang tunai Rp400.000 untuk bulan Juni 2026.
Fakta penting yang sengaja disembunyikan oleh pembuat konten adalah bahwa potongan video Menteri Sosial yang beredar merupakan dokumentasi resmi dari tahun-tahun sebelumnya.
Video tersebut adalah rekaman lama pengumuman program penebalan bansos yang dialokasikan pada periode lalu, bukan program baru untuk tahun 2026.
Para kreator konten tidak bertanggung jawab sengaja memotong video, membuang keterangan tahun, lalu mengunggahnya kembali dengan judul bombastis.
Tujuannya murni untuk memancing klik dan meraih keuntungan dari jumlah tayangan (viewer), tanpa memedulikan dampak psikologis bagi KPM yang sangat berharap.
Imbauan: Jangan Mudah Percaya, Tanyakan ke Pendamping Sosial
Menyikapi maraknya hoaks serupa, pemerintah mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah terpancing dan percaya begitu saja dengan informasi bansos yang bersumber dari akun-akun tidak resmi.