Berita

APBN 2026 Siapkan Rp274,7 Triliun untuk Guru dan Dosen, LPDP Targetkan 4.000 Beasiswa Baru

Diperbarui 0 3 mnt baca 476 kata 3 halaman
APBN 2026 Siapkan Rp274,7 Triliun untuk Guru dan Dosen, LPDP Targetkan 4.000 Beasiswa Baru

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merevisi alokasi anggaran untuk guru, dosen, dan tenaga pendidik pada RAPBN 2026 menjadi Rp274,7 triliun, naik signifikan dari angka semula Rp178,7 triliun.

Kenaikan ini mencakup gaji, tunjangan profesi, serta program penguatan kompetensi demi meningkatkan kesejahteraan dan mutu pendidik di Tanah Air.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, dalam anggaran tersebut, Tunjangan Profesi Guru (TPG) Non-PNS sebesar Rp19,2 triliun akan disalurkan kepada 754.747 guru.

Sementara itu, TPG untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) daerah dialokasikan Rp69 triliun untuk 1,6 juta guru.

Adapun Tunjangan Profesi Dosen (TPD) non-PNS sebesar Rp3,2 triliun diperuntukkan bagi 80.325 dosen.

“Penyediaan anggaran yang memadai untuk tunjangan profesi ini menjadi komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru serta dosen, baik yang berstatus ASN maupun non-PNS,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers, dikutip dari laman resmi Kemenkeu.

Selain untuk guru dan dosen, pemerintah juga memperkuat program sekolah rakyat dan sekolah unggulan Garuda sebagai upaya mencetak lulusan berkualitas dan berdaya saing global.

Beasiswa LPDP untuk 4.000 Mahasiswa Baru

Di samping peningkatan kesejahteraan pendidik, pemerintah terus mendorong program beasiswa melalui LPDP.

Pada 2026, LPDP menargetkan 4.000 penerima beasiswa baru dengan total anggaran Rp11 triliun.

Target ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, sekaligus menegaskan komitmen negara dalam membuka akses pendidikan tinggi terbaik di dunia bagi putra-putri Indonesia.

“Tahun 2026 LPDP targetnya beri beasiswa sebanyak 4.000 beasiswa,” ucap Presiden Prabowo dalam pidato resmi, dikutip dari CNBC Indonesia.

Hingga saat ini, total penerima beasiswa dana abadi pendidikan dari APBN telah mencapai 574.878 orang.

Sementara itu, penerima beasiswa LPDP yang telah menyelesaikan studi tercatat 55.586 orang, dengan rincian 40.284 orang lulusan S2, 11.829 orang lulusan S3, dan 3.379 orang dokter spesialis.

“Ini adalah investasi negara pada generasi muda agar mereka menjadi generasi cerdas, inovatif, produktif yang siap untuk membangun negaranya dan siap bersaing di panggung global,” tegas Sri Mulyani.

Kenaikan Gaji Guru Masih Dibahas

Meski alokasi anggaran untuk guru dan dosen meningkat, kepastian kenaikan gaji guru masih menunggu pembahasan lebih lanjut terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN 2026 dan nota keuangan.

Pemerintah menjamin bahwa tunjangan profesi, khususnya bagi guru non-PNS dan ASN daerah, akan disiapkan secara memadai.

“Untuk gaji guru, penguatan kompetensi dan kesejahteraan guru, serta dosen dialokasikan sebesar Rp274,7 triliun.

Tunjangan profesi guru non-PNS dan tunjangan profesi guru ASN daerah disiapkan secara memadai.

Gaji guru dan tunjangan profesi guru disinggung dalam RUU APBN 2026 dan nota keuangan.

Apakah ada kenaikan gaji guru ataukah bagaimana? Kita tunggu nanti bersama-sama,” jelas Sri Mulyani.

Pemerintah menegaskan bahwa peningkatan anggaran pendidikan, baik untuk kesejahteraan guru dan dosen maupun beasiswa LPDP, merupakan bagian dari visi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia unggul.

Dengan dukungan anggaran yang memadai, diharapkan seluruh pemangku kepentingan pendidikan dapat bersinergi mencetak generasi emas Indonesia yang siap bersaing di kancah internasional.

***

Berita Terkait