Berita

Wajib Tahu! Inilah Sektor Prioritas dalam Formasi CPNS 2026, Ada Kesehatan dan Pendidikan

Diperbarui 0 5 mnt baca 827 kata 3 halaman
Wajib Tahu! Inilah Sektor Prioritas dalam Formasi CPNS 2026, Ada Kesehatan dan Pendidikan
Wajib Tahu! Inilah Sektor Prioritas dalam Formasi CPNS 2026, Ada Kesehatan dan Pendidikan — KemenPAN-RB juga telah mengelu...

KemenPAN-RB juga telah mengeluarkan surat edaran resmi Nomor B/1553/M.SM.01.00/2026 pada 12 Maret 2026 sebagai landasan.

Juni – Juli 2026: Pengumuman resmi pembukaan seleksi (jadwal, formasi, syarat) atau pendaftaran online CPNS 2026.

Agustus – September 2026: Seleksi administrasi dan pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan sistem CAT.

Oktober – November 2026: Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Desember 2026 – Januari 2027: Pengumuman kelulusan akhir.

BKN mengimbau masyarakat untuk selalu memantau situs resmi SSCASN, serta akun media sosial Instagram resmi BKN dan KemenPAN-RB untuk informasi terverifikasi.

Pemerintah melalui KemenPAN-RB dan BKN terus melakukan pendataan kebutuhan aparatur sipil nasional.

Menteri PAN-RB Rini Widyantini menyebut bahwa pemerintah telah menyiapkan sekitar 160 ribu formasi untuk mengisi posisi yang ditinggalkan pegawai pensiun.

Sementara beberapa sumber memproyeksikan total kuota mencapai 300.000 hingga 400.000 formasi secara nasional.

Prioritas utama pengadaan CPNS tahun 2026 difokuskan pada sektor Pelayanan Dasar.

Berdasarkan usulan yang telah masuk ke pemerintah pusat dan arahan BKN, berikut adalah formasi CPNS prioritas yang paling banyak diminati dan dibutuhkan:

Tenaga Pendidik (Guru)

Sektor pendidikan menjadi wilayah dengan kebutuhan tertinggi.

Pemerintah Kota Yogyakarta, misalnya, mengusulkan formasi khusus guru.

Kabupaten Bantul mengalokasikan 40 persen dari 100 formasi usulannya untuk guru.

Hal serupa terjadi di Kotawaringin Timur (365 formasi usulan) dan Bangka Barat (110 formasi), di mana guru menjadi prioritas utama karena tingginya angka pensiun.

Tenaga Kesehatan (Nakes)

Kebutuhan akan tenaga medis, terutama dokter spesialis, perawat, bidan, dan apoteker masih sangat tinggi.

Pemkot Mataram mengusulkan 200 formasi dengan porsi kuota guru-nakes terbesar.

Pemkab Kotim menyoroti kekurangan dokter spesialis di RSUD setempat sebagai kebutuhan paling mendesak.

Di Bantul, alokasi formasi kesehatan sebesar 30 persen ditambah 30 persen untuk tenaga teknis lainnya.

Berita Terkait