Pencairan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap 3 untuk periode Agustus 2025 memasuki babak baru.
Per 24 Agustus 2025, berdasarkan informasi yang beredar di media sosial dan pantauan resmi, proses verifikasi rekening untuk kedua bansos tersebut dikabarkan sudah berhasil.
Sementara itu, laporan dari Radar Bogor menyebutkan BPNT tahap 3 telah memasuki tahap cek rekening sejak 22 Agustus 2025 dan diprediksi akan cair lebih dulu dari PKH dalam waktu dekat.
Minggu-minggu terakhir ini, masyarakat Indonesia disuguhkan kabar gembira dengan maraknya pencairan berbagai bantuan sosial.
Tak terkecuali bansos PKH dan BPNT tahap 3 yang menjadi sorotan luas, terutama setelah banyaknya unggahan struk bukti pencairan di media sosial.
Berdasarkan pantauan terkini per 24 Agustus 2025, pengguna medsos ramai menyebutkan bahwa proses penyaluran PKH tahap 3 dan BPNT tahap 3 sudah memasuki tahap "cek rekening berhasil".
Informasi ini sejalan dengan laporan dari Radar Bogor yang menyebutkan bahwa BPNT tahap 3 sudah berstatus "proses cek rekening" di sistem SIKS-NG sejak 22 Agustus 2025.
Dalam artikel berjudul "Update Status Bansos 24 Agustus 2025: BPNT Tahap 3 Sudah Cek Rekening, Akankah Cair Lebih Dulu dari PKH?" (24/8/2025), disebutkan bahwa dengan status ini, pencairan BPNT tahap 3 senilai Rp600.000 diprediksi akan mulai mengalir pada minggu berikutnya, tergantung kelancaran proses verifikasi.
Sementara itu, PKH tahap 3 juga dikabarkan sudah mengikuti tahapan serupa meskipun belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah.
Kementerian Sosial (Kemensos) sendiri terus memperbarui data penerima bansos dan menghapus Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tidak lagi memenuhi syarat.
Bagi masyarakat yang merasa berhak tapi belum terdaftar, bisa mengajukan pembaruan data melalui aplikasi Cek Bansos milik Kemensos.
Di sisi lain, ada kabar gembira bagi KPM dengan bank penyalur BNI di 66 kabupaten/kota di Pulau Jawa dan Bali.
Mulai Senin, 25 Agustus 2025, distribusi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) baru akan dimulai, terutama bagi KPM yang merupakan peralihan dari PT Pos Indonesia.
Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap berita hoaks dan selalu mengecek informasi resmi melalui kanal Kemensos atau media terpercaya.
Pencairan bansos dilakukan secara bertahap, sehingga tidak semua KPM akan menerima bantuan pada waktu yang bersamaan.
***