Berita

Ujian CPNS Mirip TOEFL? Bisa Dicoba Kapan Saja, Berlaku 2 Tahun, dan Gagal Cuma Ulang Subtes!

Diperbarui 0 3 mnt baca 574 kata 3 halaman
Ujian CPNS Mirip TOEFL? Bisa Dicoba Kapan Saja, Berlaku 2 Tahun, dan Gagal Cuma Ulang Subtes!

JAKARTA - Persaingan ketat dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) memang sering membuat banyak pelamar pesimis untuk bisa lolos.

Namun, tahukah kamu bahwa ada sejumlah instansi pusat dan daerah yang justru sepi peminat pada seleksi CPNS sebelumnya?

Nah, inilah yang bisa jadi peluang emas buat para calon pelamar di rekrutmen mendatang.

Instansi Sepi Peminat, Peluang Lebih Besar

Banyak pelamar biasanya hanya fokus pada kementerian atau lembaga populer.

Instansi tersebut seperti Kementerian Keuangan, Kementerian Hukum dan HAM, hingga BKN.

Padahal, ada juga instansi lain yang sebenarnya membutuhkan banyak pegawai, tapi kurang dilirik pelamar.

Alhasil, peluang lolos di instansi tersebut jauh lebih besar karena tingkat persaingan lebih longgar.

Jadi, kalau kamu ingin strategi jitu agar punya peluang besar, jangan ragu untuk melirik instansi yang tahun lalu peminatnya minim.

Bisa jadi, inilah jalan pintas menuju kursi ASN yang kamu impikan.

Sistem Baru Tes CPNS, Lebih Fleksibel

Kabar baik lainnya datang dari Kepala BKN, Prof. Zudan Arif.

Ia mengungkapkan bahwa pemerintah sedang menyiapkan sistem baru dalam pelaksanaan tes CPNS agar lebih efisien dan fleksibel.

Beberapa poin pentingnya antara lain:

1. Tes bisa dilakukan kapan saja

Tidak perlu lagi menunggu jadwal tes nasional serentak.

Nantinya, peserta bisa ikut tes dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) sesuai kebutuhan.

2. Nilai berlaku selama dua tahun

Hasil tes akan berlaku selama dua tahun, mirip seperti sertifikat TOEFL.

Jadi, peserta tidak harus mengulang dari nol setiap kali ada pembukaan CPNS.

3. Subtes tidak perlu diulang semua

Kalau gagal di salah satu subtes, misalnya Tes Intelegensi Umum (TIU), maka pada kesempatan berikutnya peserta hanya mengulang bagian yang belum lulus.

"Nanti hasil tes ini seperti tes TOEFL—bisa dipakai selama dua tahun," jelas Prof. Zudan dalam Pembukaan Pelatihan Dasar CPNS dan Orientasi PPPK Kemenag pada 14 Juli 2025 lalu.

Menurut Zudan, sistem baru ini diterapkan untuk efisiensi biaya.

"Tahun 2024-2025 ini kita mengetes 6,6 juta orang untuk diterima 1 juta menjadi CPNS. Biayanya 1,1 Triliun untuk mengetes, yang diterima hanya 1 Juta. Jadi mahal sekali ongkosnya," terang Zudan.

Daftar Instansi Pusat hingga Daerah yang Sepi Peminat

Berdasarkan data dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui akun Instagram resmi @bkngoidofficial, berikut adalah daftar instansi pusat dan daerah yang sepi peminat pada CPNS 2024:

Instansi pusat:

1. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Formasi: 65 Pelamar: 391

2. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Formasi: 61 Pelamar: 478

3. Setjen KOMNAS HAM Formasi: 38 Pelamar: 510

4. Badan Riset dan Inovasi Nasional Formasi: 500 Pelamar: 495

Instansi daerah:

1. Pemerintah Kota Gorontalo Formasi: 5 Pelamar: 12

2. Pemerintah Kabupaten Purworejo Formasi: 17 Pelamar: 40

3. Pemerintah Kota Tanjungpinang Formasi: 15 Pelamar: 52

4. Pemerintah Kabupaten Bondowoso Formasi: 27 Pelamar: 62

Strategi Jitu Menuju Kursi ASN

Jangan hanya ikut arus memilih instansi populer dengan persaingan ketat.

Instansi yang sepi peminat bisa jadi jalan mulus untuk lolos lebih mudah.

Ditambah lagi dengan sistem tes baru yang fleksibel, peluang menjadi ASN terbuka lebih lebar.

"Peserta dapat menggunakan hasil tes mereka untuk dua kali periode seleksi. Selain itu, sistem baru ini juga akan memberikan kemudahan bagi peserta yang belum memenuhi passing grade pada subtes tertentu, seperti Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensia Umum (TIU), atau Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Mereka tidak perlu mengulang seluruh ujian, melainkan cukup mengulang bagian yang belum lulus saja," jelas Zudan.

Model baru ini diharapkan menjadi jawaban atas keluhan peserta selama ini terkait waktu ujian yang kaku, menjadikan seleksi CPNS dan PPPK lebih adil dan ramah peserta, khususnya bagi mereka yang membutuhkan fleksibilitas.

***

Berita Terkait