JAKARTA – Kabar gembira bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
Memasuki pekan kedua Februari 2026, laporan pencairan bantuan sosial (Bansos) mulai menunjukkan tren positif.
Program Keluarga Harapan (PKH) terpantau sudah mulai cair secara bertahap melalui kartu KKS di tiga Bank Himbara.
Selain info pencairan rutin, pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) juga menyiapkan terobosan baru berupa bantuan modal usaha senilai Rp5 juta bagi KPM yang masuk dalam kategori tertentu.
Pencairan PKH Merata di Berbagai Komponen
Berdasarkan pantauan terkini, saldo bantuan PKH terpantau sudah masuk ke rekening KKS milik KPM secara bertahap.
Kabar baiknya, pencairan kali ini tergolong merata menyasar berbagai komponen penerima, mulai dari:
- Kesehatan: Ibu hamil dan balita.
- Pendidikan: Siswa jenjang SD, SMP, hingga SMA.
- Kesejahteraan Sosial: Lansia dan penyandang disabilitas berat.
Hingga sore ini, tiga Bank Himbara telah mulai menyalurkan dana tersebut kepada KPM PKH murni maupun KPM PKH+BPNT.
Sementara itu, untuk bantuan BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai) terpantau masih dalam proses verifikasi lebih lanjut dan belum cair secara masif di seluruh wilayah.
Strategi Baru Kemensos: Modal Usaha Rp5 Juta untuk KPM Mandiri
Di tengah kabar pencairan, Menteri Sosial Saifulah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan informasi penting terkait penyesuaian data penerima bansos.
Kemensos mencatat adanya jutaan warga yang terancam tidak lagi terdaftar sebagai penerima bansos bulanan karena adanya proses "graduasi" atau kelulusan.
Sebagai kompensasi dan upaya pemberdayaan, pemerintah telah menyiapkan bantuan tunai senilai Rp5 juta sebagai modal usaha.
Bantuan ini bertujuan agar KPM yang sudah dianggap mampu atau memiliki penghasilan di atas nilai bansos bisa berdiri di atas kaki sendiri.
"Mereka yang tidak lagi terdaftar sebagai penerima bansos akan mendapatkan bantuan usaha senilai Rp5 juta.
Tujuannya agar mereka bisa mandiri dan berdaya melalui usaha produktif," ujar Gus Ipul dalam keterangannya di kantor Kemensos baru-baru ini.
Siapa Saja yang Berhak Menerima Modal Rp5 Juta?
Target utama bantuan modal usaha ini adalah sekitar 300.000 KPM yang dinyatakan lulus dari program bansos reguler.
Penentuan penerima dilakukan setelah melalui proses pemeriksaan ulang atau ground check terhadap 12 juta keluarga penerima manfaat sesuai Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2025.
Indikator utama KPM yang akan menerima modal Rp5 juta adalah:
- Pendapatan Melampaui Nilai Bansos: Keluarga yang secara ekonomi sudah meningkat dan penghasilan bulanannya lebih besar dari nilai bantuan yang diterima selama ini.
- Lulus Graduasi: KPM yang dinyatakan telah "mentas" dari kemiskinan berdasarkan hasil survei langsung ke rumah.
- Potensi Usaha: KPM yang siap dibina untuk membuka usaha mandiri, seperti peternakan ayam petelur, warung kecil, atau jasa lainnya.
Sebagai contoh, bantuan Rp5 juta ini diharapkan bisa digunakan untuk membeli bibit ternak atau alat produksi.
Jika dikelola dengan baik, hasil dari usaha tersebut diprediksi bisa memberikan penghasilan jauh lebih besar daripada sekadar mengandalkan bansos bulanan.
Cara Cek Status Kepesertaan Bansos
Bagi masyarakat yang ingin mengetahui apakah masih terdaftar sebagai penerima PKH/BPNT atau masuk dalam daftar KPM Graduasi yang mendapatkan modal usaha, pengecekan dapat dilakukan secara mandiri melalui:
- Aplikasi Cek Bansos: Unduh aplikasi resmi milik Kemensos di Play Store.
- Situs Resmi: Akses laman cekbansos.kemensos.go.id dengan memasukkan data sesuai KTP.
Pemerintah berharap dengan adanya bantuan modal usaha ini, angka ketergantungan masyarakat terhadap bantuan sosial dapat menurun dan berganti dengan meningkatnya jumlah keluarga mandiri yang sejahtera.
***