Namun demikian, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi dari Kementerian Keuangan maupun Kementerian Sosial terkait penyaluran tambahan ini.
"Program penebalan bansos, yang merupakan tambahan bantuan dari Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat daya beli masyarakat, juga telah tersalurkan dengan angka yang sama dengan BPNT, yaitu lebih dari 15,4 juta KPM (84,71 persen) dengan nilai Rp6,19 triliun," kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, dilansir dari Kompas.com, Selasa (1/7/2025).
Pencairan PKH-BPNT Susulan Masih Berlanjut
Pada tanggal 7 Oktober 2025, banyak dilaporkan oleh para keluarga penerima manfaat yang kartu KKS-nya baru.
Artinya, KPM tersebut adalah KPM peralihan dari pos ke kartu KKS atau bagi KPM PKH plus BPNT yang di bulan kemarin masih cair bantuan BPNT-nya saja atau PKH-nya saja.
Di awal bulan Oktober ini, bansos PKH ataupun BPNT susulan untuk tahap kedua ataupun tahap ketiga masih terus dicairkan oleh pihak bank penyalur.
Beberapa testimoni KPM menunjukkan pencairan dengan nominal beragam, mulai dari Rp600 ribu hingga Rp750 ribu.
18,27 Juta KPM Terdaftar di Seluruh Indonesia
Berdasarkan data yang disampaikan dalam video Diari Bansos, total ada sebanyak 18,27 juta keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan data yang disampaikan Kemensos pada Juli 2025 lalu, yang menyebutkan ada 16,5 juta KPM yang telah dinyatakan valid berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Kemensos mulai menyalurkan bantuan sosial (bansos) triwulan kedua tahun 2025 kepada 16,5 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dengan total anggaran mencapai Rp10 triliun pada 28 Mei 2025 lalu. Ada lebih dari 20 juta data calon penerima, di mana sebanyak 16,5 juta telah dinyatakan valid berdasarkan DTSEN," jelas Gus Ipul.