Ia menambahkan, langkah ini juga sejalan dengan target penerimaan negara yang sangat besar, terutama menjelang APBN 2026 yang menembus lebih dari Rp3.000 triliun, di mana mayoritas bersumber dari pajak dan bea cukai.
"Kalau saya pegang langsung, koordinasi lebih singkat dan hasil bisa lebih optimal," jelasnya.
Meski begitu, Purbaya menegaskan bahwa dua wakil menteri lainnya, Suahasil Nazara dan Thomas Djiwandono, tetap akan menjalankan tugas sesuai bidang masing-masing.
Suahasil fokus pada belanja negara, sedangkan Thomas menangani pembiayaan APBN.
Langkah Purbaya ini dinilai sejumlah pihak sebagai upaya strategis untuk memperkuat efektivitas kementerian.