Ia juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp300 juta, dan kas setara kas senilai Rp719,79 juta.
Yang paling membuat orang geleng-geleng kepala: Lodewyk melaporkan tidak memiliki utang sama sekali.
Artinya, seluruh aset senilai Rp60,54 miliar itu murni miliknya tanpa beban cicilan—sebuah kondisi finansial yang sempurna yang sulit dicapai hanya dari gaji pensiunan jenderal.
Sebagai perbandingan, mantan Kepala BGN Dadan Hindayana "hanya" memiliki harta sekitar Rp9,02 miliar.
Jadi, secara finansial, Lodewyk-lah "juara" di antara ketiga tersangka.
🕵️♂️ Dibalik Kemewahan: Modus Korupsi yang Mengalir Deras
Pantas saja bisa kaya raya.
Kejagung mengungkap bahwa di balik tumpukan aset Lodewyk, ada aliran dana haram dari program MBG yang sangat besar.
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, membeberkan dua modus utama.
Modus pertama: memanipulasi verifikasi yayasan mitra SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi). Seharusnya yayasan sekolah yang layak yang mendapat kesempatan.
Namun, para tersangka justru menunjuk yayasan yang terafiliasi dengan mereka sendiri—yayasan yang sebenarnya tidak memenuhi syarat. "Yayasan-yayasan tersebut kemudian mengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan anggaran yang besar," kata Syarief.
Setiap harinya, yayasan-yayasan itu mengantongi insentif hingga miliaran rupiah dari dana negara.
Modus kedua: penggelembungan harga dalam pengadaan barang dan jasa. Kejagung menduga mark-up terjadi dalam empat jenis pengadaan fiktif: motor listrik sebanyak 21.801 unit dengan anggaran sekitar Rp1 triliun, 32.000 pasang sepatu, serta pengadaan televisi dan tablet yang dinilai tidak mendesak untuk program tersebut.
Kerugian negara akibat perbuatan mereka ditaksir mencapai lebih dari Rp1 triliun.
🗣️ Presiden Prabowo: "Saya Sedih, Tapi Saya Berpihak pada Rakyat"
Di tengah hebohnya kasus ini, Presiden Prabowo Subianto buka suara.
Di hadapan 12.000 penggerak dan mitra MBG di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Rabu (3/6/2026), beliau mengaku sangat kecewa dan berat hati harus mencopot orang-orang yang sebelumnya ia percaya.
"Saya katakan, berat bagi saya waktu saya tanda tangan, berat, 'Ini orang yang saya angkat, ini orang saya kasih bintang, saya kasih pangkat'," ujar Prabowo sambil menghela napas dan terdiam selama beberapa detik.