Berita

Program MBG: Maksudnya Bikin Anak Kenyang, Realitanya Eks Pejabat BGN 'Kenyang' Harta 60 M

Diperbarui 0 8 mnt baca 1,414 kata 4 halaman
Program MBG: Maksudnya Bikin Anak Kenyang, Realitanya Eks Pejabat BGN 'Kenyang' Harta 60 M
Program MBG: Maksudnya Bikin Anak Kenyang, Realitanya Eks Pejabat BGN 'Kenyang' Harta 60 M — Tags: Program Mbg, Korupsi mb...

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) digadang-gadang sebagai solusi jitu agar anak-anak Indonesia tidak hanya kenyang perut, tapi juga kenyang gizi Yang jelas, program MBG memang awalnya diharapkan membuat perut anak-anak Indonesia kenyang

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) digadang-gadang sebagai solusi jitu agar anak-anak Indonesia tidak hanya kenyang perut, tapi juga kenyang gizi.

Anggarannya pun selangit: Rp85,27 triliun pada 2025 dan membengkak jadi Rp268 triliun pada 2026.

Tujuan mulianya sederhana: memberi makan anak-anak sekolah yang membutuhkan, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Sayangnya, di balik program sakral sebesar itu, ada oknum-oknum tertentu yang memilih untuk "kenyang" dengan cara yang jauh berbeda.

Mereka tidak kenyang nasi dan sayur.

Mereka kenyang… harta.

Puluhan miliar rupiah, tepatnya.

Bukan main, tiga mantan petinggi Badan Gizi Nasional (BGN) kini harus berurusan dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) karena dugaan korupsi tata kelola MBG.

Mereka adalah mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dan dua mantan wakilnya: Sony Sonjaya serta Lodewyk Pusung.

Setelah pencopotan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (2/6/2026), keesokan harinya mereka langsung dijemput paksa, diborgol, dan digiring ke rutan dengan rompi merah muda nan mencolok.

Rompi itu mungkin adalah satu-satunya barang "mewah" yang tidak bisa mereka beli dengan uang negara.

Sekarang, mari kita intip satu per satu harta kekayaan mereka yang sempat dilaporkan ke KPK melalui LHKPN.

Siap-siap geleng-geleng kepala.


🏠 Sang "Raja Properti" Bernama Lodewyk Pusung

Pensiunan jenderal bintang tiga yang pernah menjabat sebagai Pangdam I/Bukit Barisan ini bukan main kaya raya.

Sebagai seorang pejabat yang baru sekitar 1,5 tahun mengabdi di pemerintahan sipil, ia sukses mengoleksi harta yang nilainya bikin tukang ojek online gigit jari.

Total kekayaan Lodewyk berdasarkan LHKPN per 11 Februari 2025 adalah Rp60,54 miliar.

Agar lebih mudah dibayangkan, uang sebesar itu kurang lebih setara dengan 10 juta porsi makan bergizi gratis yang seharusnya jadi hak anak-anak Indonesia.

Komposisi hartanya didominasi oleh properti—sebanyak 97% dari total kekayaannya adalah tanah dan bangunan senilai Rp58,72 miliar.

Ia tercatat memiliki 28 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di delapan lokasi, mulai dari Jakarta Timur, Tangerang, Depok, Bogor, hingga kampung halamannya di Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, dan Manado.

Berikut bocoran beberapa aset "kebanggaan" Lodewyk yang bikin ngiler sekaligus geregetan:

✨ Properti Mewah di Depok dan Jakarta Timur

Aset properti paling bernilai berada di Kota Depok: sebuah tanah dan bangunan seluas 2.500 meter persegi dengan bangunan seluas 256 meter persegi yang ditaksir mencapai Rp25 miliar.

Angka ini setara dengan sekitar 42% dari total nilai seluruh aset propertinya.

Bayangkan, tanah seluas itu setara dengan lebih dari setengah lapangan sepak bola internasional yang berada di kawasan elit Depok.

Tak kalah mewah, di Jakarta Timur ia memiliki rumah dan tanah seluas 351 meter persegi dengan bangunan 395 meter persegi yang nilainya mencapai Rp10 miliar.

🌾 Lahan Super Luas di Kampung Halaman

Nah, yang paling mengundang tanya adalah kepemilikan lahan di kampung halamannya, Sulawesi Utara.

Lodewyk memiliki lahan di Kabupaten Minahasa Utara dengan luas mencapai 346.700 meter persegi, alias sekitar 34,67 hektar.

Luas itu lebih dari separuh luas Monas yang hanya 80 hektar.

Sebagai perbandingan, tanah seluas itu bisa menampung lebih dari 1.600 rumah sederhana.

Ia juga tercatat memiliki tiga bidang tanah besar lain di wilayah yang sama, masing-masing seluas 150.000 meter persegi (senilai Rp1,5 miliar), 60.000 meter persegi (senilai Rp800 juta), serta 54.000 meter persegi (senilai Rp600 juta).

Jika diakumulasikan, total luas tanah yang dimilikinya di Minahasa Utara saja diperkirakan mencapai lebih dari 67 hektar.

Menariknya, aset seluas itu ia laporkan dengan nilai hanya Rp3,5 miliar—sebuah keanehan yang patut dipertanyakan, mengingat nilai pasar properti di Sulawesi Utara yang terus melonjak.

🚗 Kendaraan dan Kas yang Bersih dari Utang

Ia juga melaporkan memiliki aset alat transportasi dan mesin dengan nilai total Rp796 juta, terdiri dari tiga unit mobil: Toyota Kijang Innova, Honda HRV, dan Toyota Fortuner, serta satu unit sepeda motor Kawasaki LX150F.

Ia juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp300 juta, dan kas setara kas senilai Rp719,79 juta.

Yang paling membuat orang geleng-geleng kepala: Lodewyk melaporkan tidak memiliki utang sama sekali.

Artinya, seluruh aset senilai Rp60,54 miliar itu murni miliknya tanpa beban cicilan—sebuah kondisi finansial yang sempurna yang sulit dicapai hanya dari gaji pensiunan jenderal.

Sebagai perbandingan, mantan Kepala BGN Dadan Hindayana "hanya" memiliki harta sekitar Rp9,02 miliar.

Jadi, secara finansial, Lodewyk-lah "juara" di antara ketiga tersangka.


🕵️‍♂️ Dibalik Kemewahan: Modus Korupsi yang Mengalir Deras

Pantas saja bisa kaya raya.

Kejagung mengungkap bahwa di balik tumpukan aset Lodewyk, ada aliran dana haram dari program MBG yang sangat besar.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, membeberkan dua modus utama.

Modus pertama: memanipulasi verifikasi yayasan mitra SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi). Seharusnya yayasan sekolah yang layak yang mendapat kesempatan.

Namun, para tersangka justru menunjuk yayasan yang terafiliasi dengan mereka sendiri—yayasan yang sebenarnya tidak memenuhi syarat. "Yayasan-yayasan tersebut kemudian mengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan anggaran yang besar," kata Syarief.

Setiap harinya, yayasan-yayasan itu mengantongi insentif hingga miliaran rupiah dari dana negara.

Modus kedua: penggelembungan harga dalam pengadaan barang dan jasa. Kejagung menduga mark-up terjadi dalam empat jenis pengadaan fiktif: motor listrik sebanyak 21.801 unit dengan anggaran sekitar Rp1 triliun32.000 pasang sepatu, serta pengadaan televisi dan tablet yang dinilai tidak mendesak untuk program tersebut.

Kerugian negara akibat perbuatan mereka ditaksir mencapai lebih dari Rp1 triliun.


🗣️ Presiden Prabowo: "Saya Sedih, Tapi Saya Berpihak pada Rakyat"

Di tengah hebohnya kasus ini, Presiden Prabowo Subianto buka suara.

Di hadapan 12.000 penggerak dan mitra MBG di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Rabu (3/6/2026), beliau mengaku sangat kecewa dan berat hati harus mencopot orang-orang yang sebelumnya ia percaya.

"Saya katakan, berat bagi saya waktu saya tanda tangan, berat, 'Ini orang yang saya angkat, ini orang saya kasih bintang, saya kasih pangkat'," ujar Prabowo sambil menghela napas dan terdiam selama beberapa detik.

Namun, kekuasaan bukan untuk main-main. "Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Dan tidak ada, tidak ada pengecualian. Pemimpin baik, organisasi baik. Pemimpin tidak baik, organisasi tidak baik. Apalagi pemimpin tidak benar, tidak kompetensi, atau tidak jujur," tegas Presiden.

Ia mengingat pesan almarhum ayahnya, Sumitro Djojohadikusumo: jika ragu-ragu, selalu berpihak pada rakyat.


💰 Perbandingan Harta: Lodewyk vs Kebaikan yang Hilang

Untuk memberi gambaran lebih jelas, mari kita bandingkan kekayaan Lodewyk dengan nilai kebaikan yang bisa dihadirkan jika uang itu digunakan dengan benar.

Nilai 1 Porsi MBG: Bayangkan jika satu porsi makanan bergizi gratis dihargai sekitar Rp6.000 (untuk satu kali makan).

Maka Rp60,54 miliar bisa digunakan untuk memberikan lebih dari 10 juta porsi makanan sekaligus.

Perbandingan dengan Aset Lain:

Aset Nilai (Rp) Bisa Digunakan Untuk
Tanah di Depok (2.500 m²) 25.000.000.000 Membangun 5 sekolah dasar lengkap dengan perpustakaan dan lapangan olahraga.
Rumah di Jakarta Timur (350 m²) 10.000.000.000 Program vaksinasi massal untuk 50.000 balita.
Tanah di Minahasa Utara (34,67 hektar) 3.500.000.000 Membangun sumur bor bersih untuk 350 desa terpencil.
Total Seluruh Aset (60,54 Miliar) 60.540.000.000 Membangun 1 rumah sakit tipe C lengkap dengan peralatan medis modern.

Bayangkan jika "porsi harta" para tersangka ini dialihkan ke porsi nasi untuk anak-anak yang kelaparan.

Alih-alih berfoya-foya, mereka memilih untuk menjadi bagian dari masalah, bukan solusi.


🏁 Penutup: Kenyang dengan Rompi Oranye

Kini, ketiga mantan petinggi BGN itu harus rela menukar rumah mewahnya dengan sel tahanan, pakaian dinasnya dengan rompi tahanan oranye, dan menu makanannya… yah, mungkin lebih sederhana dari menu MBG yang mereka korupsi.

Mereka dijerat dengan Pasal 603 dan 604 juncto Pasal 20 KUHP serta Pasal 18 UU Tipikor.

Sementara itu, masyarakat masih bertanya-tanya: bagaimana mungkin seorang mantan jenderal bisa mengoleksi 28 bidang tanah hanya dalam masa pensiun dan masa jabatan singkatnya? Pertanyaan itu kini menjadi pekerjaan rumah bagi Kejagung untuk menguak fakta lebih dalam.

Yang jelas, program MBG memang awalnya diharapkan membuat perut anak-anak Indonesia kenyang.

Namun, fakta di lapangan membuktikan bahwa justru para pengelolanya yang "kenyang" harta.

Selamat beristirahat di rutan, para pesohor baru kita! Semoga menu makanan di sana tidak terlalu "mewah".

Berita Terkait