Berita

Prabowo Singgung Underinvoicing Penyebab Gaji Kecil, Ini Respons Mendikdasmen Abdul Mu'ti

Diperbarui 0 5 mnt baca 942 kata 3 halaman
Prabowo Singgung Underinvoicing Penyebab Gaji Kecil, Ini Respons Mendikdasmen Abdul Mu'ti
Prabowo Singgung Underinvoicing Penyebab Gaji Kecil, Ini Respons Mendikdasmen Abdul Mu'ti — Pernyataan Prabowo: "Ini yang ...

Langkah Strategis Pemerintah: Perbaikan Tata Kelola Ekonomi

Di sisi lain, pemerintah juga bergerak pada akar permasalahan.

Presiden Prabowo telah menginstruksikan jajarannya untuk memberantas praktik underinvoicing dan kebocoran kekayaan negara yang selama ini membatasi ruang fiskal APBN.

Pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden tentang Tata Kelola Ekspor dan Penjualan Sumber Daya Alam yang mewajibkan seluruh transaksi ekspor melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Langkah ini diyakini akan meningkatkan penerimaan negara secara signifikan dalam jangka menengah-panjang.

Dengan membaiknya kondisi fiskal, kemampuan pemerintah untuk meningkatkan gaji dan kesejahteraan guru, ASN, serta aparat penegak hukum akan semakin besar.

Seperti yang disampaikan Presiden Prabowo, "Ini harus berani kita hadapi dan berani kita selesaikan."

Komitmen untuk Masa Depan

Meskipun pernyataan "nanti dibicarakan" sempat memicu beragam interpretasi di publik, para pengamat menilai bahwa pernyataan Abdul Mu'ti justru mencerminkan kejujuran intelektual dan pemahaman yang matang tentang kompleksitas persoalan.

Bukan sekadar melempar tanggung jawab, melainkan pengakuan bahwa kesejahteraan guru adalah isu multidimensional yang memerlukan kerja sama semua pihak—mulai dari Kementerian Keuangan, Kementerian PANRB, hingga pemerintah daerah.

Mu'ti sendiri berulang kali menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan nasib para guru.

Dalam berbagai kesempatan, ia menyampaikan bahwa peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik adalah prioritas utama pemerintah.

"Masa depan suatu bangsa ditentukan oleh kualitas pendidikan. Kualitas pendidikan ditentukan oleh para guru yang berkualitas, semangat, gembira, dan bisa menjadi contoh bagi generasi-generasi penerus bangsa," ujar Presiden Prabowo yang diamini oleh seluruh jajaran kabinet.

Dengan semakin terbukanya ruang koordinasi antar-kementerian dan langkah tegas pemerintah dalam memberantas kebocoran kekayaan negara, diharapkan janji untuk meningkatkan kesejahteraan guru tidak lagi sekadar wacana.

Masyarakat menanti realisasi nyata dari pembicaraan lintas kementerian yang akan segera digelar.

"Nanti dibicarakan" bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari sebuah proses panjang menuju keadilan bagi para pahlawan tanpa tanda jasa.

Berita Terkait