Berita

Penyaluran PKH Tahap 3 dan BPNT Tahap 3: Empat Bank Himbara dan PT Pos Indonesia Salurkan Bansos, Ini Daerah yang Sudah Cair

Diperbarui 0 4 mnt baca 743 kata 3 halaman
Penyaluran PKH Tahap 3 dan BPNT Tahap 3: Empat Bank Himbara dan PT Pos Indonesia Salurkan Bansos, Ini Daerah yang Sudah Cair

JAKARTA - Empat Bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) bersama PT Pos Indonesia secara resmi menyalurkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) tahap 3 dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap 3 periode Juli-September 2025.

Penyaluran dilakukan secara bertahap mulai akhir Agustus hingga September 2025, dengan progres nasional BPNT telah mencapai 70% sementara PKH masih di bawah 50%.

Progres Penyaluran per Bank dan Wilayah

Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Sosial per 9 September 2025, penyaluran bansos tahap ketiga menunjukkan perkembangan signifikan di berbagai wilayah Indonesia.

Keempat bank penyalur yaitu Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Mandiri telah aktif mendistribusikan dana bantuan.

Bank Mandiri: 116 Kabupaten dan Kota

Bank Mandiri melaporkan perluasan distribusi ke 116 kabupaten dan kota baru per 9 September 2025.

Beberapa wilayah prioritas penyaluran meliputi:

- Jawa: Kabupaten Bogor, Garut, Brebes, Banyumas, Jember, Cilacap, Sumenep, Kebumen, Ciamis, Gunung Kidul - Sumatera: Musirawas, Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, Tanjung Jabung Barat, Kepulauan Meranti, Lampung Timur, Lampung Utara - Kalimantan: Landak, Pesisir Selatan, Rokan Hulu, Kutai Timur, Kutai Barat - Sulawesi: Bone, Pinrang, Dairi, Toraja Utara, Minahasa Utara, Banggai Kepulauan - Maluku dan Papua: Buru, Maluku Tenggara, Kepulauan Tanimbar

BSI: Tertinggi di Aceh

Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatat pencairan paling signifikan, terutama di wilayah Aceh dengan lebih dari 70% penerima manfaat telah menerima bantuan sejak 30 Agustus 2025.

BSI memimpin penyaluran di wilayah paling barat Indonesia dengan hampir seluruh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tersalurkan lebih dulu dibandingkan wilayah lain.

BRI dan BNI: Dominan di Pulau Jawa

BRI dan BNI aktif menyalurkan dana, terutama di wilayah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah dengan pencairan berjalan lancar.

Wilayah Jabodetabek, Depok, Bekasi, dan Tangerang Selatan mencapai progres sekitar 60% dengan BNI dan Mandiri paling banyak terlibat.

Persentase Distribusi per Wilayah

Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, persentase penyaluran bervariasi di setiap wilayah:

1. Pulau Jawa (65%):

Menunjukkan kemajuan tertinggi dengan sekitar 65% penerima sudah menerima bantuan.

Progres tertinggi terpantau di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah dengan pencairan merata melalui ketiga bank.

2. Aceh (>70%):

Bank BSI memimpin penyaluran di wilayah ini dengan hampir seluruh KPM tersalurkan lebih dulu.

3. Sumatera (50%):

Termasuk Bengkulu dan sebagian Sumatera Utara dengan BSI dan BRI mendominasi penyaluran.

4. Kalimantan (40-50%):

Bank Mandiri dan BNI paling aktif dengan progres yang belum merata di seluruh wilayah.

5. Sulawesi (30-40%):

Progres lebih lambat dengan BRI memimpin distribusi di wilayah timur.

Secara nasional, rata-rata penyaluran semua bank (BSI, BRI, BNI, Mandiri) mencapai 65-70%.

BSI memiliki penyaluran tertinggi karena memulai lebih awal, diikuti BRI.

PT Pos Indonesia akan menangani sisanya setelah 70% penyaluran selesai.

Nominal Bantuan yang Diterima

Nominal PKH bervariasi tergantung kategori penerima:

- Ibu hamil: Rp750.000 per tahap - Anak usia dini: Rp750.000 per tahap - Anak SD: Rp225.000 per tahap - Anak SMP: Rp375.000 per tahap - Anak SMA: Rp750.000 per tahap - Lansia: Rp600.000 per tahap - Penyandang disabilitas: Rp600.000 per tahap

Sementara untuk BPNT, nominal bantuan sebesar Rp600.000 per KPM per tahap.

Informasi untuk KPM yang Belum Menerima

Bagi KPM yang belum menerima bantuan hingga saat ini, terdapat beberapa kemungkinan dan solusi:

Perkiraan Pencairan Susulan

Penyaluran dilakukan secara bertahap dan susulan untuk memastikan validasi data dan distribusi lancar.

Bagi yang belum cair per 9 September 2025, diperkirakan akan masuk pada minggu kedua atau ketiga September 2025.

Jika melewati akhir bulan, bisa bergeser ke tahap 4 Oktober-Desember, namun prioritas tetap diberikan untuk tahap ketiga.

Alasan Umum Belum Cair dan Solusinya

1. Data Belum Tervalidasi

- Penyebab: Sinkronisasi dengan Dukcapil atau survei lapangan belum selesai - Solusi: Tunggu susulan, cek status melalui cekbansos.kemensos.go.id, atau hubungi pendamping sosial PKH di kecamatan

2. Kategori Exclude

- Penyebab: Data KPM dimutakhirkan setiap 3 bulan, jika pendapatan naik, pindah domisili, atau duplikasi data bisa dikecualikan - Nasib: Bantuan dihentikan permanen untuk tahap ini, tapi bisa diajukan banding via DTKS jika merasa keliru

3. Masalah Teknis

- Penyebab: Rekening tidak aktif atau KKS rusak - Solusi: Aktifkan rekening di bank penyalur atau ganti KKS di bank

Cara Mengecek Saldo

KPM dapat mengecek saldo bantuan melalui:

1. Aplikasi mobile banking masing-masing bank (Livin' by Mandiri, BRImo, BNI Mobile Banking, BSI Mobile) 2. Mesin ATM bank penyalur 3. Kantor cabang bank penyalur 4. Kantor pos untuk penerima melalui PT Pos Indonesia 5. Situs resmi cekbansos.kemensos.go.id

Artikel ini disusun berdasarkan informasi terbaru per 10 September 2025.

Untuk informasi lebih lanjut, KPM diimbau untuk menghubungi pendamping sosial di wilayah masing-masing atau melalui kanal resmi Kemensos.

Berita Terkait