Berita

Pencairan Bansos Masih Berlangsung di Minggu Terakhir September 2025: PIP, PKH, dan BPNT Tahap 3 Cair, Distribusi KKS Baru Dipercepat

Diperbarui 0 4 mnt baca 780 kata 3 halaman
Pencairan Bansos Masih Berlangsung di Minggu Terakhir September 2025: PIP, PKH, dan BPNT Tahap 3 Cair, Distribusi KKS Baru Dipercepat

JAKARTA - Memasuki minggu terakhir bulan September 2025, penyaluran berbagai bantuan sosial (bansos) dari pemerintah masih terus berlangsung secara nyata dan masif.

Fokus pencairan bansos saat ini mencakup Program Indonesia Pintar (PIP), Bantuan PKH tahap 3 susulan, BPNT tahap 3 susulan, serta percepatan distribusi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) baru peralihan dari PT Pos ke Bank Himbara.

Pencairan PIP September 2025 Masih Berlanjut

Program Indonesia Pintar (PIP) saat ini memasuki termin II yang berlangsung sejak Mei hingga September.

Pencairan PIP September 2025 dilakukan dalam dua gelombang, yakni gelombang pertama pada 16 September dan gelombang kedua pada 23 September 2025.

Berdasarkan data dari laman resmi PIP Kemdikbud, besaran bantuan yang diterima peserta didik bervariasi sesuai jenjang pendidikan:

SD/SDLB/Paket A:

Kelas 1-5: Rp450.000 per tahun Kelas 6: Rp225.000 per tahun

SMP/SMPLB/Paket B:

Kelas 7-8: Rp750.000 per tahun Kelas 9: Rp375.000 per tahun

SMA/SMK/SMALB/Paket C:

Kelas 10-11: Rp1.800.000 per tahun Kelas 12: Rp900.000 per tahun

"Pencairan PIP ini umumnya dibagi ke dalam tiga termin: Tahap 1 (Februari–April), Tahap 2 (Mei–September), dan Tahap 3 (Oktober–Desember). Siswa yang sudah menerima dana di awal tahun tidak akan menerima lagi di sisa tahun ini," demikian dilansir dari Radar Bogor (25/9/2025).

Bagi siswa yang seharusnya masuk nominasi tetapi belum menerima dana, disarankan untuk segera cek status data diri di laman resmi Kemendikbud Dasmen.

Jika ada indikasi dana tidak cair tahun ini, segera lakukan pelaporan melalui operator Dapodik sekolah masing-masing.

PKH dan BPNT Tahap 3 Masih Proses Penyaluran

Berdasarkan data resmi Kementerian Sosial per 15 September 2025, proses penyaluran bansos PKH dan Sembako/BPNT triwulan III masih terus berjalan dan belum mencapai 100%.

"Selama nama KPM tidak berstatus exclude di sistem SIK-NG dan masih terdaftar aktif sebagai penerima, maka bantuan sosial dipastikan tetap cair," demikian informasi dari Radar Bogor (26/9/2025).

Besaran bantuan PKH disesuaikan dengan kategori penerimanya:

- Ibu hamil: Rp750.000 - Anak usia dini: Rp750.000 - Anak SD: Rp225.000 - Anak SMP: Rp375.000 - Anak SMA: Rp500.000 - Disabilitas berat: Rp600.000 - Lansia: Rp600.000 - Korban pelanggaran HAM berat: Rp2.700.000

Sementara untuk BPNT, setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapat bantuan Rp200.000 per bulan, sehingga dalam satu tahap (3 bulan) total yang cair adalah Rp600.000.

Dana BPNT langsung ditransfer ke rekening penerima melalui bank Himbara (BRI, BNI, BTN, Mandiri).

Distribusi Kartu KKS Baru Dipercepat

Kabar baik juga datang bagi KPM penerima Kartu KKS baru (hasil peralihan dari PT Pos ke Bank Himbara).

Laporan menunjukkan saldo bantuan sosial sudah mulai terisi secara bertahap.

Salah satu contoh pencairan KKS baru adalah sebesar Rp1.200.000 untuk komponen dua lansia per tanggal 22 September 2025.

"Distribusi fisik Kartu KKS baru diinstruksikan untuk dipercepat, bahkan di beberapa wilayah, seperti Kalimantan dan sekitarnya, BNBA (By Name By Address) baru diterima pendamping sosial dan dijadwalkan akan mulai didistribusikan pada minggu terakhir September," demikian dilansir dari Radar Bogor (25/9/2025).

Bagi KPM yang sudah menerima KKS baru tetapi mengalami kendala seperti kartu belum aktif saat dicek, disarankan untuk:

- Menghubungi pendamping sosial untuk memastikan status kepesertaan di DTKS sudah 'SI' (Standing Instruction) - Jika status sudah 'SI' (berarti saldo sudah masuk), segera datangi Bank Himbara setempat untuk melakukan aktivasi Kartu KKS secara manual

Data terbaru menunjukkan masih terdapat 653.537 KPM yang belum menerima KKS baru karena proses verifikasi data perbankan dengan data Dukcapil yang ketat.

Proses burekol ini diperpanjang hingga bulan Oktober untuk memastikan 100% KPM yang berhak mendapatkan KKS baru terselesaikan.

Bantuan Tambahan Beras dan Minyak Goreng Masih Ditunggu

Selain bansos reguler, pemerintah juga akan menyalurkan bantuan tambahan berupa beras dan minyak goreng.

Sebanyak 18,27 juta KPM di Indonesia akan menerima tambahan bansos berupa 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng.

"Penyaluran bantuan pangan berupa 10 kg beras setiap bulan untuk 18,27 juta KPM akan dilakukan dua kali, yakni September-Oktober dan November-Desember. Artinya, setiap keluarga akan menerima 20 kg beras per tahap," demikian dilansir dari Detik.com.

Sementara itu, untuk bantuan sosial tambahan seperti Bansos Penebalan Beras dan Minyak Goreng 2 Liter, masyarakat masih menunggu pengumuman resmi dari pusat terkait jadwal dan tanggal pasti pendistribusian.

Cara Cek Penerima Bansos

Masyarakat bisa mengecek apakah namanya masuk sebagai penerima bansos melalui laman resmi cekbansos.kemensos.go.id dengan cara:

1. Buka situs cekbansos.kemensos.go.id 2. Pilih data domisili sesuai KTP 3. Masukkan nama lengkap sesuai KTP 4. Ketik ulang kode captcha 5. Klik "Cari Data"

Jika terdaftar, sistem akan menampilkan jenis bansos, periode penyaluran, dan status pencairan.

Bagi masyarakat yang belum menerima bansos tetapi merasa berhak, diimbau untuk bersabar karena proses penyaluran masih berlangsung dan akan terus dilakukan hingga semua KPM menerima haknya.

***

Berita Terkait