Selain itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Jatim juga menyalurkan bansos sebesar Rp920 juta untuk sembilan desa, meliputi BUMDes, Desa Berdaya, dan Desa Jatim Sejahtera (JAWARA).
Sementara dari BUMD Pemprov Jatim disalurkan Zakat Produktif Rp25 juta untuk 50 orang penerima manfaat.
Khofifah menekankan bahwa bansos ini tidak hanya bersifat karitatif (bantuan hidup), tetapi juga pemberdayaan.
"Salah satunya adalah Program KIP Jawara (Kewirausahaan Inklusif Produktif), yang menyasar kelompok rentan seperti ibu tunggal dan warga yang kehilangan tulang punggung ekonomi keluarga," jelasnya.
Bansos DKI Jakarta: PKD untuk 56.351 Penerima Baru
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menyalurkan Bantuan Sosial Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) pada Agustus 2025.
Program ini ditujukan bagi kelompok rentan melalui Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Anak Jakarta (KAJ), dan Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ).
Menurut data resmi Dinas Sosial DKI, ada 56.351 penerima baru yang terdiri dari:
- Kartu Lansia Jakarta (KLJ): 38.414 penerima - Kartu Anak Jakarta (KAJ): 13.448 penerima - Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ): 4.489 penerima
"Setiap penerima akan mendapatkan Rp300.000 per bulan, yang dicairkan melalui rekening Bank Jakarta secara bertahap," lapor Flores Pikiran Rakyat (15/8/2025).
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menekankan bahwa program ini menjadi prioritas pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan dan memenuhi kebutuhan dasar warga Jakarta, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas.
Bansos PKD disalurkan mulai 8 hingga 31 Agustus 2025 dan dapat digunakan untuk membeli pangan bersubsidi di Gerai Perumda Pasar Jaya.
"Pemberian bantuan sosial ini dengan upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota global di mana kesejahteraan warga menjadi pondasi utama," kata Pramono.
Target Penghapusan Kemiskinan Ekstrem
Penyaluran berbagai bansos pada Agustus 2025 ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk mencapai target penghapusan kemiskinan ekstrem di Indonesia pada tahun 2025.
Pemerintah menyiapkan anggaran bansos yang bertujuan untuk mengurangi kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memberikan perlindungan sosial kepada kelompok rentan.
Bansos bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan, kesehatan, dan pendidikan serta memberikan dukungan ekonomi bagi keluarga yang kurang mampu.
Program-program ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam upaya penurunan angka kemiskinan ekstrem di Indonesia.
Masyarakat diimbau untuk menggunakan bantuan ini dengan bijak sesuai dengan peruntukannya.
"Semoga bansos yang disalurkan baik yang berupa bantuan kehidupan maupun bantuan pemberdayaan dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat," kata Khofifah.
***