Namun, pastikan pasangan Anda bebas dari penyakit menular seksual seperti HIV atau hepatitis, karena penyakit ini dapat menular ke janin.
Mitos 4: Orgasme Memicu Kontraksi Berbahaya dan Kelahiran Prematur
Fakta: Kontraksi ringan yang terjadi saat dan setelah orgasme adalah hal yang normal dan sama sekali berbeda dengan kontraksi persalinan.
Kontraksi akibat orgasme terasa ringan dan segera hilang, sedangkan kontraksi persalinan terasa menyakitkan dan datang secara teratur.
Kebanyakan penelitian menunjukkan bahwa seks saat hamil tidak menyebabkan kelahiran prematur.
Anda hanya perlu menghindari seks jika mengalami perdarahan hebat yang tidak biasa selama kehamilan.
Mitos 5: Libido Wanita Pasti Menurun Drastis Selama Hamil
Fakta: Ini tidak sepenuhnya benar.
Perubahan libido selama kehamilan sangat bervariasi pada setiap wanita.
Umumnya, gairah seksual cenderung menurun pada trimester pertama akibat mual dan kelelahan, melonjak tinggi pada trimester kedua saat gejala awal mereda dan aliran darah ke area panggul meningkat, lalu kembali menurun pada trimester ketiga seiring perut yang semakin membesar.
Menariknya, beberapa wanita justru merasakan gairah seksual yang lebih besar saat hamil, terutama di trimester kedua.
Peningkatan aliran darah ke organ genital dan payudara juga dapat membuat orgasme terasa lebih intens.
Mitos 6: Oral Seks Berbahaya bagi Ibu Hamil
Fakta: Seks oral pada dasarnya aman dilakukan selama kehamilan.
Bahkan, bagi sebagian pasangan, ini bisa menjadi pilihan yang lebih nyaman daripada hubungan penetrasi.
Namun, ada satu peringatan penting: pasangan tidak boleh meniupkan udara ke dalam vagina.
Saat hamil, volume darah meningkat sehingga pembuluh darah kapiler di sekitar vagina dan klitoris berada lebih dekat ke permukaan.
Meniup udara ke area vagina berisiko menyebabkan emboli udara—gelembung udara dalam aliran darah yang dapat terbawa ke jantung dan berakibat fatal, meskipun kondisi ini sangat jarang terjadi.
Mitos 7: Janin Bisa "Melihat" atau "Merasa" Ketika Orang Tua Bercinta
Fakta: Mitos ini tidak berdasar.
Janin sama sekali tidak menyadari apa yang terjadi di luar rahim.