Bungko News – Kehamilan adalah perjalanan yang penuh dengan perubahan, baik fisik maupun emosional.
Di tengah kebahagiaan menantikan kehadiran buah hati, banyak pasangan justru dihantui oleh kekhawatiran seputar aktivitas seksual.
Mitos-mitos yang beredar di masyarakat kerap membuat suami istri enggan atau bahkan sama sekali menghindari keintiman selama sembilan bulan ke depan.
Padahal, selama kehamilan berjalan normal dan tanpa komplikasi, berhubungan seksual adalah aktivitas yang aman dan bahkan bermanfaat bagi ibu dan janin.
Janin terlindungi dengan sempurna oleh otot rahim, cairan ketuban, dan sumbat lendir yang menutup leher rahim.
Mari kita bedah satu per satu mitos yang paling sering membuat pasangan ketakutan, dan gantikan dengan fakta ilmiah yang menenangkan.
Mitos 1: Seks Saat Hamil Dapat Melukai Janin
Fakta: Ini adalah mitos terbesar dan paling umum.
Penis atau alat bantu seks tidak mungkin menembus hingga ke janin atau masuk ke dalam rahim.
Janin berada di dalam kantung ketuban yang kuat, dikelilingi oleh cairan ketuban yang berfungsi sebagai bantalan pelindung, serta dilindungi oleh dinding otot rahim yang tebal.
"Berhubungan seks tidak akan menyakiti bayi Bunda," tegas dr. Andri Welly, Sp.
OG, dalam ulasannya di DiaryBunda.
Bahkan orgasme sekalipun tidak akan membahayakan janin.
Bayi Anda aman dan terlindungi.
Mitos 2: Seks Saat Hamil Bisa Menyebabkan Keguguran
Fakta: Fakta ilmiah menunjukkan bahwa sekitar 75% keguguran disebabkan oleh faktor genetik atau kelainan kromosom pada janin, bukan karena aktivitas seksual.
Sebagian besar keguguran terjadi pada trimester pertama, namun penyebab utamanya adalah masalah pada perkembangan janin, bukan karena hubungan seks.
Dr. Gabrielle dari Kompas Health bahkan menyatakan, "Kalau belum waktunya, berhubungan seks selama kehamilan itu aman. Sama sekali tidak memicu persalinan dini".
Selama kehamilan Anda sehat dan tidak ada faktor risiko, seks tidak akan memicu keguguran.
Mitos 3: Ejakulasi di Dalam Dapat Membahayakan Bayi
Fakta: Ejakulasi di dalam vagina saat hamil tidak akan membahayakan janin.
Janin tetap aman berkat perlindungan plasenta, kantung ketuban, dan sumbat lendir yang menutupi leher rahim.
Bahkan, pada kehamilan tua (usia 37 minggu ke atas), ejakulasi di dalam justru dianjurkan oleh dokter karena sperma mengandung hormon prostaglandin yang dapat membantu memicu kontraksi sebagai induksi alami persalinan.