Berita

Impor BBM Dasaran Tahap Kedua 100.000 Barel Kembali Tak Laku, Pertamina Pakai Sendiri

Diperbarui 0 3 mnt baca 468 kata 3 halaman
Impor BBM Dasaran Tahap Kedua 100.000 Barel Kembali Tak Laku, Pertamina Pakai Sendiri

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pun angkat bicara.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, memastikan bahwa langkah Pertamina menggunakan BBM impor tersebut untuk kebutuhan internal tidak akan merugikan perusahaan.

"Itu dipakai sendiri sama Pertamina. Enggak [merugikan Pertamina]," kata Laode saat ditemui di Kantor BPH Migas, Kamis (2/10/2025).

Meski begitu, Laode mengamini bahwa mekanisme penawaran BBM impor kepada SPBU swasta memang menjadi tantangan tersendiri bagi Pertamina Patra Niaga karena selama ini tidak pernah dilakukan.

Alasan Penolakan SPBU Swasta

Penolakan sejumlah operator SPBU swasta, seperti Vivo Energy Indonesia dan BP-AKR, ternyata bukan tanpa alasan.

Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar, mengungkap bahwa dalam negosiasi bisnis to bisnis (B2B), pihak SPBU swasta menemukan adanya kandungan etanol sebesar 3,5% dalam BBM dasaran impor tersebut.

"Isu yang disampaikan kepada rekan-rekan SPBU ini adalah mengenai konten. Kontennya itu ada kandungan etanol. Nah, di mana secara regulasi itu diperkenankan. Etanol itu sampai jumlah tertentu. Kalau tidak salah sampai 20% etanol," jelas Achmad dalam rapat dengar pendapat dengan operator SPBU swasta dan Dirjen Migas ESDM di DPR, Rabu (1/10/2025).

Berita Terkait