Berita

Heboh Bansos Minyak Berbau Solar, Ratusan KPM di Jateng Kembalikan Bantuan — Wilayah Mana Saja yang Terdampak?

Diperbarui 0 4 mnt baca 784 kata 3 halaman
Heboh Bansos Minyak Berbau Solar, Ratusan KPM di Jateng Kembalikan Bantuan — Wilayah Mana Saja yang Terdampak?
Heboh Bansos Minyak Berbau Solar, Ratusan KPM di Jateng Kembalikan Bantuan — Wilayah Mana Saja yang Terdampak? — Wilayah M...

Di Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan saja, total 626 penerima manfaat mengembalikan minyak bantuan karena baunya seperti solar dan minyak tanah.

Bahkan ada warga yang mengaku mengalami pusing, mual, hingga migren setelah memasak menggunakan minyak tersebut.

3. Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah

Keluhan serupa juga terjadi di Kabupaten Wonogiri.

Produsen Minyakita mengonfirmasi telah menarik dan mengganti minyak goreng yang bermasalah di tiga kabupaten, salah satunya Wonogiri.

Di wilayah ini, total penerima bantuan pangan mencapai 78.288 KPM.

4. Kabupaten Sragen, Jawa Tengah

Kasus ini kemudian meluas hingga ke Kabupaten Sragen.

Puluhan warga Dukuh Karang, Desa Gading, Kecamatan Tanon mengeluhkan Minyakita berbau solar.

Selain berbau solar, ketika dipergunakan untuk memasak, hasil gorengan berbau apek dan membuat tenggorokan gatal serta batuk.

Hingga Minggu (28/6/2026) siang, sedikitnya 83 penerima manfaat telah datang ke kantor desa untuk menukarkan minyak goreng yang diterima.

5. Kabupaten Tegal, Jawa Tengah

Direktur PT Kusuma Mukti Remaja, Joko Mukti Wijaya, juga mengungkapkan bahwa sebelumnya keluhan serupa juga muncul di wilayah Kabupaten Tegal.

Penarikan dan penukaran minyak goreng telah diselesaikan di wilayah tersebut.


Tindakan Pemerintah dan Produsen

Menindaklanjuti keluhan tersebut, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan bahwa seluruh Minyakita bantuan pemerintah yang dilaporkan berbau solar telah ditarik dari peredaran.

PT Kusuma Mukti Remaja selaku produsen memastikan telah menarik 100 persen dan mengembalikan minyak goreng yang bermasalah di tiga kabupaten (Karanganyar, Klaten, Wonogiri).

Total produk yang ditarik mencapai 300 ton, meskipun yang diindikasikan bermasalah sekitar 100 ton.

Pihak produsen menduga kemungkinan ada kontaminasi di penyimpanan atau pengangkutan, dan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang diperkirakan keluar dalam satu hingga dua minggu.


Dari NTB: Alhamdulillah, Minyak dan Beras Layak Konsumsi

Berita Terkait