Bungko News – Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Sosial Republik Indonesia yang terhormat, melalui opini publik ini kami sampaikan laporan dan aspirasi dari para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terkait keluhan bansos minyak goreng yang berbau solar di sejumlah daerah.
Beberapa waktu terakhir, ramai diberitakan dan beredar video-video yang memperlihatkan para penerima bansos mengembalikan minyak goreng bantuan karena mengeluarkan aroma menyengat seperti solar atau minyak tanah.
Fenomena ini tentu sangat meresahkan, mengingat minyak goreng adalah bahan pokok yang dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat.
Wilayah Mana Saja yang Mengalami Minyak Bansos Bau Solar?
Berdasarkan penelusuran dari berbagai pemberitaan, berikut wilayah-wilayah yang terdampak minyak goreng bansos berbau solar:
1. Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah
Kasus ini pertama kali mencuat di Kabupaten Karanganyar.
Ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kelurahan Tegal Gede beramai-ramai mengembalikan minyak goreng Bantuan Pangan Tahun 2026 setelah mencium aroma menyengat yang diduga menyerupai solar.
Diperkirakan hampir 70 persen dari sekitar 800 penerima bantuan memilih menyerahkan kembali minyak goreng tersebut.
Keluhan serupa juga muncul di Kelurahan Bejen, Lalung, dan Tegalgede Kecamatan Karanganyar Kota.
“Warga melapor, saat minyak dituang ke wajan dan dipanaskan—bahkan belum sampai suhu maksimal untuk menggoreng—sudah muncul aroma menyengat.
Ada yang baunya seperti minyak tanah, ada juga yang baunya seperti solar,” beber Lurah Lalung, Farid Teguh Prabowo.
2. Kabupaten Klaten, Jawa Tengah
Di Kabupaten Klaten, minyak goreng Minyakita diduga berbau solar ditemukan di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Wedi dan Jogonalan.
Kepala DKPP Kabupaten Klaten, Iwan Kurniawan, mengatakan ada 24.120 liter minyak goreng Minyakita yang disalurkan kepada 6.030 keluarga penerima manfaat (KPM) di Klaten.