Penipuan telepon (vishing) – Mengaku sebagai petugas resmi TASPEN dengan nada bicara meyakinkan untuk meminta kode OTP atau data rahasia lainnya.
Akun media sosial dan website palsu – Pelaku membuat akun media sosial atau situs yang menyerupai TASPEN lengkap dengan logo dan tampilan profesional untuk memancing interaksi dan pencurian data.
Dokumen resmi aspal (asli tapi palsu) – Pengiriman surat atau dokumen digital yang dirancang menyerupai surat resmi TASPEN—lengkap dengan logo perusahaan, kop surat, tanda tangan, barcode, serta gaya bahasa yang dibuat meyakinkan. Dokumen ini kerap disertai ancaman penghentian manfaat jika tidak ditindaklanjuti.
Bahkan, tidak sedikit pelaku yang mendatangi rumah pensiunan dengan mengaku sebagai petugas TASPEN, meyakinkan korban bahwa akan mendapatkan uang pengganti, padahal itu hanyalah modus untuk mendapatkan uang dari korban.
Cara Aman Melakukan Pembaruan Data
TASPEN menegaskan bahwa pembaruan data peserta memang perlu dilakukan secara berkala untuk memastikan kelancaran layanan dan pemenuhan hak peserta.
Namun, proses tersebut memiliki mekanisme resmi dan tidak dilakukan melalui pesan pribadi yang mencurigakan.
Bagi ASN aktif, pembaruan data dilakukan jika terdapat perubahan data pribadi maupun status keluarga, seperti penambahan atau pengurangan pasangan dan anak.
Proses ini dilakukan melalui instansi pemerintah daerah tempat peserta bekerja.
Sementara itu, peserta pensiun dapat melakukan pembaruan data finansial maupun non-finansial.
Pembaruan finansial mencakup perbaikan Surat Keputusan (SK) dan perubahan tunjangan keluarga, sedangkan pembaruan non-finansial meliputi perpindahan juru bayar dan perubahan alamat domisili.