Sementara itu, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) berada di level 122,9, menandakan optimisme masyarakat masih tinggi.
Neraca perdagangan juga mencatat surplus US$3,32 miliar, memperpanjang tren surplus hingga 71 bulan berturut-turut.
Dari sisi moneter, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) mencapai 13,5% (yoy) dan pertumbuhan kredit 9,49% (yoy).
Serapan Tenaga Kerja Meningkat 1,89 Juta, Pengangguran Turun
Pemerintah juga menyoroti aspek sosial yang ikut membaik.
Sepanjang periode Februari 2025 hingga Februari 2026, penyerapan tenaga kerja bertambah 1,89 juta orang, sehingga total penduduk yang bekerja mencapai 147,67 juta jiwa.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) pun turun dari 4,76% (Februari 2025) menjadi 4,68% (Februari 2026).
Angka kemiskinan juga menurun menjadi 8,25% (September 2025), dengan rasio gini 0,363.
Paket Stimulus Lanjutan: KUR, Alsintan, dan Industri Padat Karya
Untuk menjaga momentum di sisa tahun 2026, pemerintah akan mengoptimalkan kebijakan fiskal.
Berikut realisasi program kredit di kuartal I 2026:
-
KUR (Kredit Usaha Rakyat) mencapai Rp96,18 triliun, setara 34,41% dari target tahunan.
-
Kredit Alsintan (Alat dan Mesin Pertanian) terealisasi Rp55,92 miliar (23,19% target).
-
Kredit industri padat karya mencapai 82,93% dari target atau sekitar 15% dari total plafon.
-
Kredit program perumahan mencapai Rp14,92 triliun (42,89% dari target).
Selain itu, pemerintah juga mengakselerasi bantuan pangan untuk 33,2 juta keluarga penerima manfaat (periode April-Juni 2026), serta menjaga subsidi energi APBN 2026 sebesar Rp56,8 triliun.