Berita

DOUBLE REZEKI JUNI: Saldo PKH + BPNT Cair di KKS BNI, Bantuan Beras & Minyak Goreng juga Ikut Diperpanjang untuk KPM

Diperbarui 0 6 mnt baca 1,196 kata 4 halaman
DOUBLE REZEKI JUNI: Saldo PKH + BPNT Cair di KKS BNI, Bantuan Beras & Minyak Goreng juga Ikut Diperpanjang untuk KPM
DOUBLE REZEKI JUNI: Saldo PKH + BPNT Cair di KKS BNI, Bantuan Beras & Minyak Goreng juga Ikut Diperpanjang untuk KPM — Sal...

Kabar menggembirakan datang bagi seluruh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial di seluruh Indonesia Setelah sebelumnya Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) senilai Rp600 Tags: Minyak Goreng

Kabar menggembirakan datang bagi seluruh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial di seluruh Indonesia.

Memasuki awal bulan Juni 2026, proses pencairan bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap kedua semakin meluas dan menunjukkan perkembangan positif yang signifikan.

Saldo PKH Mulai Masuk Setelah BPNT Cair

Setelah sebelumnya Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) senilai Rp600.000 lebih dulu masuk ke rekening sebagian penerima, kini giliran saldo bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang mulai terpantau masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) milik sejumlah KPM.

Sejumlah penerima di berbagai daerah mulai mendapatkan tambahan saldo dari program PKH sesuai komponen yang dimiliki.

Pada tahap awal penyaluran, pencairan bantuan lebih banyak dilaporkan oleh penerima yang menggunakan KKS dari Bank BNI.

Namun demikian, KPM yang menggunakan rekening BRI, Mandiri, maupun BSI tetap disarankan melakukan pengecekan secara berkala karena perbedaan waktu pencairan merupakan hal yang umum terjadi akibat proses distribusi bantuan yang tidak dilakukan secara serentak di seluruh wilayah.

Sejumlah KPM yang sebelumnya belum menerima bantuan atau masih mendapati saldo rekening kosong, kini mulai mendapatkan pencairan dana bantuan melalui KKS yang diterbitkan bank Himbara.

Jaringan perbankan Himbara, khususnya Bank BNI, terpantau melakukan pengisian saldo KKS secara bertahap sejak dini hari, dengan struk transaksi penarikan tunai senilai Rp600.000 (akumulasi tiga bulan) mulai bertebaran di berbagai daerah.

Di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, seorang penerima bantuan bernama Dwi menyebut bantuan yang menjadi haknya telah diterima pada Senin (1/6/2026). "Bansos sudah cair semua hari ini (PKH dan BPNT)," ujar Dwi saat dihubungi.

Bansos Tambahan untuk KPM Positif Diperpanjang

Selain PKH dan BPNT, kabar baik juga datang bagi KPM yang berhak menerima bantuan tambahan.

Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog secara resmi telah memutuskan untuk memperpanjang bantuan pangan berupa beras 10 kg dan minyak goreng yang akan terus disalurkan pada periode Juni 2026.

Keputusan perpanjangan ini diambil dalam rangka mengantisipasi kenaikan harga minyak goreng dan menjaga stabilitas harga pangan secara nasional. "Dalam rangka mengantisipasi kenaikan minyak goreng, kami sudah menginstruksikan Bulog untuk segera mendistribusikan bantuan pangan. Dalam Rakornis di Kemenko Perekonomian diputuskan banpang diperpanjang sampai Juni," ungkap Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa dalam keterangan resminya.

Distribusi Minyakita (minyak goreng kemasan rakyat) juga dinilai penting untuk menjaga ketersediaan dan akses masyarakat terhadap minyak goreng dengan harga terjangkau.

Alokasi minyak goreng yang akan didistribusikan selama Mei hingga Juni 2026 mencapai sekitar 132,9 ribu kiloliter.

Realisasi penyaluran Minyakita hingga 20 Mei 2026 telah mencapai 46,2 ribu kiloliter kepada 11,5 juta KPM, dengan sisa alokasi sekitar 86,8 ribu kiloliter yang ditargetkan tersalurkan hingga pertengahan tahun.

Ada KPM yang Kini Menerima PKH dan BPNT Sekaligus

Fenomena menarik terjadi pada penyaluran tahap kedua tahun 2026 ini.

Terdapat sejumlah penerima yang sebelumnya hanya memperoleh BPNT, kini juga tercatat sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) secara otomatis melalui validasi data oleh sistem.

Besaran bantuan PKH sendiri berbeda-beda tergantung komponen yang dimiliki setiap keluarga.

Komponen tersebut meliputi ibu hamil, anak usia dini (0-6 tahun), siswa SD/sederajat, siswa SMP/sederajat, siswa SMA/sederajat, lansia usia 60 tahun ke atas, dan penyandang disabilitas berat.

Sebagai gambaran, penerima yang memiliki dua komponen anak balita berpotensi menerima bantuan PKH sebesar Rp1,5 juta dalam satu tahap pencairan.

Jika ditambah BPNT sebesar Rp600.000, maka total bantuan yang diterima bisa mencapai Rp2,1 juta.

Penambahan penerima baru ini bukanlah hal kebetulan.

Pemerintah secara resmi telah menetapkan sebanyak 475.821 KPM baru sebagai penerima bansos pada triwulan II 2026.

Penambahan ini merupakan hasil proses usulan dan verifikasi berjenjang yang melibatkan pemerintah desa, kelurahan, dinas sosial daerah, hingga laporan masyarakat melalui aplikasi Cek Bansos.

Kuota Bansos Terbatas, Tidak Semua Desil 1-4 Menjadi Penerima

Meski banyak bantuan yang mulai cair, penting untuk diketahui bahwa kuota bansos secara nasional terbatas.

Secara nasional, kuota PKH ditetapkan untuk 10 juta KPM, sementara BPNT untuk 18,8 juta KPM.

Oleh karena itu, tidak semua rumah tangga dengan desil 1-4 bisa menerima bantuan secara bersamaan karena adanya keterbatasan kuota dan anggaran.

Pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang telah diperbarui untuk memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Prioritas penerima bansos difokuskan kepada masyarakat yang masuk dalam kategori desil 1 hingga desil 4.

Penyaluran bansos pada Juni 2026 dilakukan melalui dua jalur, yakni rekening Bank Himbara (BNI, BRI, Mandiri, BSI) dan PT Pos Indonesia bagi kelompok rentan yang mengalami kendala akses perbankan.

Aplikasi Cek Bansos Jadi Sarana Pemantauan

KPM diimbau untuk memanfaatkan aplikasi resmi Cek Bansos dari Kementerian Sosial untuk memantau perkembangan status bantuan dan data kepesertaan.

Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat mengecek informasi bantuan yang diterima, mengajukan usulan penerima baru, menyampaikan sanggahan data, serta melakukan pembaruan data keluarga apabila diperlukan.

Selain itu, masyarakat juga dapat mengecek status penerima bansos secara online melalui situs resmi cekbansos.kemensos.go.id dengan memasukkan NIK KTP dan kode captcha yang muncul.

Melalui kedua kanal tersebut, sistem akan menampilkan informasi lengkap seperti nama penerima, kelompok desil, jenis bantuan yang diterima, status pencairan, hingga periode penyaluran.

Jadwal dan Cara Pencairan

Pencairan bansos tahap kedua untuk periode April-Mei-Juni 2026 ini diawali oleh penyaluran BPNT senilai Rp600.000 untuk akumulasi tiga bulan, kemudian disusul bantuan PKH dengan nominal yang berbeda-beda sesuai komponen yang dimiliki setiap KPM.

KPM yang menggunakan KKS dari Bank BNI, BRI, Mandiri, maupun BSI disarankan untuk rutin memeriksa saldo rekening.

Bagi keluarga penerima manfaat yang memiliki anggota keluarga usia sekolah dan telah ditetapkan dalam Surat Keputusan (SK) Nominasi atau SK Pemberian PIP Tahun Anggaran 2026, proses pencairan dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) juga resmi digulirkan pada bulan Juni ini.

Penyaluran PIP dilakukan melalui Bank BRI untuk jenjang SD dan SMP, serta Bank BNI untuk jenjang SMA dan SMK.

Bantuan untuk Wilayah Terpencil

Pemerintah juga memastikan akses bantuan bagi masyarakat di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), seperti di Kepulauan Wilayah Barat Sumatera hingga Kepulauan Wilayah Timur Indonesia.

Penyaluran bansos untuk wilayah-wilayah tersebut digulirkan secara tunai melalui PT Pos Indonesia untuk memastikan asas keadilan sosial tercapai.

Khusus melalui Kantor Pos, penyaluran diperuntukkan bagi kelompok tertentu yang mengalami kendala akses layanan perbankan atau termasuk kategori rentan.

Imbauan untuk KPM

Pemerintah mengimbau kepada seluruh KPM untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang tidak jelas sumbernya, terutama terkait kabar bantuan tambahan atau penebalan yang belum terkonfirmasi secara resmi.

Pastikan selalu melakukan verifikasi melalui kanal-kanal resmi seperti aplikasi Cek Bansos, website Kemensos, atau pendamping sosial PKH setempat.

Bagi KPM yang hingga saat ini rekeningnya masih belum menunjukkan saldo, jangan berkecil hati.

Proses pencairan masih berlangsung secara bertahap dan berkelanjutan.

KPM yang belum menerima dana bantuan masih memiliki peluang untuk masuk dalam daftar pencairan susulan selama status kepesertaannya tetap aktif dan memenuhi syarat.


Redaksi – Dengan mulai cairnya PKH setelah penyaluran BPNT, awal Juni 2026 menjadi periode yang dinantikan banyak keluarga penerima manfaat.

KPM yang telah menerima BPNT disarankan segera memeriksa kembali kartu KKS masing-masing karena pencairan PKH masih berlangsung secara bertahap.

Berita Terkait