JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) Triwulan 3 tahun 2025 berjalan lancar, meski dilakukan secara bertahap.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, bersama jajaran Kemenkeu menjamin kebijakan baru penyaluran langsung dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ke rekening guru berjalan sesuai rencana.
“Mulai tahun 2025, penyaluran tunjangan profesi guru dilakukan langsung dari APBN ke rekening guru,” jelas Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, dalam konferensi pers yang juga dihadiri Menkeu Purbaya, seperti dikutip dari Pojoksatu.id, Kamis (2/10/2025).
Kebijakan ini bertujuan mempercepat dan mempermudah proses pencairan, sekaligus mengurangi birokrasi yang selama ini sering menjadi kendala.
Menurut data Kemenkeu, hingga akhir Agustus 2025, pencairan TPG telah mencapai 50 persen dari total alokasi.
Tahap pertama dan kedua sudah tersalurkan sebesar Rp33,3 triliun dari total pagu Rp66,9 triliun.
“Dari total alokasi Rp66,9 triliun, kita sudah salurkan sekitar 50 persen.
Ini berarti pencairan berjalan on track,” ungkap Suahasil Nazara.
Lebih lanjut, Suahasil menambahkan, para guru kini menerima tunjangan langsung di rekening masing-masing, sehingga pencairan bisa lebih cepat dan tepat jumlah.
Pemerintah menegaskan bahwa proses ini akan terus berlanjut hingga seluruh guru menerima haknya di triwulan 3.
Data dari CNBC Indonesia (3/10/2025) juga memperkuat informasi tersebut.
Disebutkan bahwa realisasi TPG dan Tunjangan Profesi Dosen (TPD) non-PNS telah terserap Rp12,3 triliun atau mencapai 58,0% dari pagu Rp21,2 triliun untuk 1,0 juta guru dan dosen.
Kebijakan pencairan langsung dan bertahap ini disambut baik oleh kalangan pendidik.
Banyak guru mengaku lega karena adanya kepastian dan pengurangan proses birokrasi.
Dengan demikian, diharapkan kesejahteraan guru dapat terus ditingkatkan dan fokus mengabdikan diri di dunia pendidikan.
***