Berita

BREAKING NEWS: Kemensos Buka Suara soal 300.000 Rekening Gagal Salur Bansos karena "Judol"

Diperbarui 0 4 mnt baca 703 kata 3 halaman
BREAKING NEWS: Kemensos Buka Suara soal 300.000 Rekening Gagal Salur Bansos karena "Judol"
BREAKING NEWS: Kemensos Buka Suara soal 300.000 Rekening Gagal Salur Bansos karena "Judol" — Data terbaru dari proses perb...

Lakukan Pengaduan via Email Resmi Kemensos.

Jika data Anda bermasalah, Anda dapat mengirimkan email klarifikasi ke alamat resmi pengaduan Kemensos.

Pada subjek email, tuliskan "Bantu cek kepesertaan penerima bansos" dan lampirkan data berupa nama lengkap dan NIK Anda.

Perbaiki Data di Tingkat Desa dan Dinas Sosial.

Kantor Desa/Kelurahan.

Temui operator SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation) untuk menanyakan dan memperbaiki data kependudukan Anda.

Pendamping PKH.

Bagi penerima PKH, pendamping sosial akan membantu mengecek penyebab kendala dan membantu validasi data.

Dinas Sosial.

Anda juga bisa mengunjungi kantor Dinas Sosial setempat untuk mencocokkan data melalui basis data DTSEN atau DTKS.

Kunjungi Bank Penyalur (Himbara atau PT Pos).

Bawa Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), KTP, dan dokumen pendukung lainnya ke kantor cabang bank penyalur seperti Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, Bank Mandiri, dan Bank Tabungan Negara.

Minta petugas customer service untuk mengecek apakah rekening Anda dalam status aktif atau pasif dan minta bantuan untuk aktivasi ulang jika diperlukan.

Kesimpulan: Jangan Biarkan Bantuan Anda Hangus.

Penundaan pencairan bansos akibat status gagal cek rekening bukanlah akhir dari segalanya.

Pemerintah melalui Kemensos terus berkoordinasi dengan Bank Himbara dan PPATK untuk menyelesaikan masalah data.

Kunci utama bagi KPM adalah segera melakukan pengecekan mandiri dan memperbaiki data sebelum proses verifikasi berakhir.

Jangan sampai bantuan yang menjadi hak Anda kembali ke kas negara hanya karena masalah administrasi yang bisa diatasi.

Berita Terkait