Perbaikan: Gunakan kode iklan apa adanya. Jika perlu penyesuaian responsif, gunakan metode
data-ad-formatataudata-full-width-responsiveyang disediakan Google.
4. Menempatkan Iklan di Bawah Judul yang Menyesatkan (Deceptive Headings)
Ini adalah kesalahan yang sering dilakukan oleh publisher yang terlalu "pintar" mencari celah.
Mereka menempatkan unit iklan di bawah judul seperti "Download Sekarang" , "Link Terkait" , "Baca Juga" , "Klik untuk Info" , atau "Menu Utama" .
Mengapa fatal?
-
Pengunjung yang mencari menu navigasi atau tautan konten akan tanpa sadar mengklik iklan.
-
Ini disebut misleading ad placement dan sangat tidak etis.
-
Google melarang teks apa pun di atas iklan yang dapat disalahartikan sebagai navigasi atau konten non-iklan, kecuali kata "Iklan" atau "Sponsored" .
Sanksi: Peringatan dari tim kebijakan AdSense, penghentian penayangan iklan di halaman tertentu, hingga penonaktifan akun jika diulang.
Perbaikan: Ganti semua judul di atas iklan dengan label "Iklan" yang jelas. Jangan pernah menyamarkan iklan sebagai bagian dari konten atau navigasi website Anda.
5. Menempatkan Iklan di Halaman yang Melanggar Kebijakan Konten (Content Policy)
Kesalahan ini bukan hanya soal posisi iklan, tetapi juga soal halaman tempat iklan itu dipasang.
Anda bisa memiliki akun yang sehat, tetapi jika Anda memasang kode AdSense di halaman yang berisi konten terlarang, itu juga pelanggaran berat.
Konten yang dilarang (contoh):
-
Konten dewasa, pornografi, atau seksual eksplisit.
-
Konten kekerasan, ujaran kebencian, diskriminasi.
-
Konten ilegal seperti penjualan obat terlarang, senjata api ilegal, atau jasa peretasan.
-
Konten hak cipta yang dilindungi (bajakan, streaming ilegal).
-
Halaman tanpa konten (low value pages) seperti halaman kosong, halaman "Terima Kasih", atau halaman error 404.
Mengapa fatal?
-
Kebijakan program AdSense mengharuskan seluruh website yang dipasangi iklan mematuhi aturan konten.
-
Iklan tidak boleh muncul bersebelahan dengan konten semacam itu, karena dapat merusak reputasi pengiklan.
-
Google memiliki crawler khusus yang secara rutin memindai konten website Anda.
Sanksi: Akun langsung dinonaktifkan tanpa peringatan, terutama untuk konten dewasa atau ilegal.
Tidak ada proses banding untuk pelanggaran berat.
Perbaikan: Audit seluruh halaman website Anda. Hapus konten yang melanggar kebijakan Google, atau jangan pasang kode AdSense di halaman tersebut. Buat halaman yang berkualitas dan unik.
Kesimpulan
Lima kesalahan di atas adalah "pintu neraka" bagi akun AdSense Anda:
-
Iklan di background → klik tidak sengaja.
-
Mengklik iklan sendiri → invalid activity.
-
Memodifikasi kode iklan → manipulasi.
-
Judul menyesatkan di atas iklan → deceptive placement.
-
Iklan di halaman konten terlarang → policy violation.
Saran saya: Jangan pernah mencoba "kreatif" dengan melanggar aturan. Google terus memperbarui algoritma deteksinya.
Satu akun yang dinonaktifkan sangat sulit untuk mendapatkan akun baru (membutuhkan identitas dan alamat yang benar-benar baru, dan itu pun berisiko).
Lebih baik fokus pada pembuatan konten berkualitas, optimasi SEO, dan peningkatan trafik organik.
Gunakan fitur Auto Ads dari Google yang secara otomatis akan menempatkan iklan di posisi terbaik sekaligus aman dari pelanggaran.